Korban diduga sudah meninggal beberapa hari lalu dan baru diketahui pada Jumat (28/10) pukul 09.15.
Temuan mayat ini kali pertama diketahui saat keluarga korban mengecek ke kos. Namun, selama dua jam menunggu tidak ada jawaban dari korban. Lalu, pemiliki kos, Faiz, mencoba membuka kamar kos dengan kunci cadangan. Tapi karena kunci di dalam kamar kos masih menggantung, akhirnya jendela kos dicongkel paksa. Saat itu, tercium bau bangkai yang menyengat.
"Sudah mencium bau itu, saya langsung ke Polsek Mojosongo. Setelah dicek, ternyata mbak A sudah meninggal," ungkap Faiz.
Korban ditemukan meninggal di kamar mandi, dengan posisi mayat telungkup. Korban merupakan warga Sambeng, Kecamatan Semin, Gunungkidul. Korban diketahui tinggal di kos-kosan sejak sebulan lalu, dan bekerja di pabrik di kawasan tersebut. Korban nekat bunuh diri dengan menenggak racun.
Polisi yang datang ke TKP mendapati cairan dalam botol serta surat wasiat dari korban. Dalam surat tersebut korban mengungkapkan permintaan maaf kepada pihak keluarga. Mayat korban lantas dibawa ke RSU Pandan Arang Boyolali.
"Sebenarnya, petugas kebersihan kos itu sudah mengeluhkan bau bangkai. Kami sempat cari-cari apa baunya dari bangkai tikus. Tapi kita cari kok nggak ada. Tahunya pas ada keluarga korban ngecek di sini," papar dia.
Korban terlihat terakhir pada Senin (24/10) lalu. Saat itu, korban masih masuk kerja. Sepulang kerja, korban juga sempat kirim WhatsApp (WA) ke ibu kos untuk menanyakan penjual es batu. Bahkan, ada juga tetangga kos yang mengaku mendengar teriakan kesakitan. Namun, setelah itu, tidak ada suara dari kamar kos korban. Bahkan korban sudah tak terlihat lagi dan tak ada yang curiga. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria