Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pembobolan di SDN 1 Cepogo, Inventaris Sekolah Senilai Rp 21 Juta Raib

Damianus Bram • Selasa, 1 November 2022 | 02:35 WIB
PASRAH: Kepala SDN 1 Cepogo Dhuriah Kusni menunjukan jendela yang dibobol maling, Senin (31/10). (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)
PASRAH: Kepala SDN 1 Cepogo Dhuriah Kusni menunjukan jendela yang dibobol maling, Senin (31/10). (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Pembobolan terjadi di SDN 1 Cepogo, Senin dini hari (31/10). Inventaris sekolah senilai Rp 21 juta raib digondol maling. Pembobolan di sekolah ini ternyata sudah dua kali terjadi selama dua tahun terakhir.

Kejadian pertama kali diketahui penjaga sekolah, Dwi Ian Ariyanto, 28. Dia tidak tinggal di sekolah dan laju dari Wonodoyo, Cepogo. Seperti biasa, Ian dan sang ayah, Wiyoto tiba di sekolah pukul 05.00. Sang ayah membantu untuk membukakan gembok pintu. Saat itu, kondisi pintu masih terkunci dan situasi masih seperti biasanya.

"Saya bersih-bersih seperti biasa di ruang guru. Awalnya gak curiga sama sekali, tapi pas buka pintu ruang guru, kondisi pintu teralis tertutup tapi gemboknya hilang. Itu sekitar pukul 05.30. Saya cek ke ruangannya itu barang-barang tidak ada," jelas Dwi Ian kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di sekolah, Senin (31/10).

Pihaknya langsung menuju ke rumah Kepala SDN 1 Cepogo, yang berada di pemukiman depan SD. Dia mengira, inventaris sekolah tersebut dipinjam atau dibawa pulang. Namun ternyata kepala sekolah membantah.

Saat para penjaga berkeliling dan mengecek satu persatu ruangan, akhirnya diketahui pencuri masuk dengan membobol jendela ruang guru.

"Ketahuannya saat penjaga bersih-bersih. Lalu melapor ke rumah saya, tanya apakah saya bawa pulang? Saya jawab tidak. Lalu kami cek ternyata lewat jendela itu. Saya langsung lapor polsek dan dilakukan olah TKP, mungkin aksinya dini hari," ungkap Kepala SDN 1 Cepogo Dhuriah Kusni.

Dhuriah mengakui, ada lima barang yang dicuri. Yakni, dua LCD proyektor, dua printer, dan satu kamera digital. Total senilai Rp 21 juta. Inventaris sekolah tersebut beberapa diantaranya masih baru. Bahkan ada yang baru dipakai setahun terakhir, dan ada juga yang baru dibeli Agustus lalu.

Dia mengakui, sebenarnya sekolah sudah tingkatkan keamanan. Seperti  pintu yang kini sudah dilapisi dengan teralis.

Saat Jawa Pos Radar Solo mengecek lokasi kejadian, Dhuriah memperlihatkan bekas congkelan jendela yang menghubungkan ke ruang guru. Di sisi baratnya terhubung dengan pintu berlapis teralis di ruang kepala sekolah. Di ruangan tersebut, barang-barang inventaris sekolah tersimpan.

Dua printer diletakan di atas meja, satu LCD diletakan di kursi, dan satu LCD serta kamera lengkap dengan tasnya diletakan lemari kaca.

"Sebenarnya alat itu selalu kami bawa pulang, tapi karena musim hujan takutnya rusak. Jadi tidak dibawa. Kok ya ndilalah malah ada pencurian. Padahal, LCD ini menjadi alat pokok pembelajaran," katanya.

Dia berharap, pelaku segera ditangkap. Pasalnya, pencurian di SDN 1 Cepogo bukan kali pertama. Sebelumnya, pembobolan juga pernah terjadi pada 1,5 tahun lalu. Sekolah kehilangan dua printer seharga Rp 750 ribu dan Rp 2,5 juta yang diletakan di ruang guru.

“Sebelumnya juga pernah kejadian, tapi belum tertangkap juga pelakunya. Semoga ini bisa ditangkap, biar ada efek jera," harapnya.

Sementara itu Kapolsek Cepogo AKP Agung Setiawan mengungkapkan, sudah menerima laporan dan anggotanya sudah melakukan olah TKP.

“Sebenarnya sekolah sudah cukup aman, karena sudah dilapisi teralis besi. Hanya sayangnya tidak ada penjaga sekolah. Jadi kalau malam otomatis kosong," terangnya.

Pihaknya mengaku belum bisa memastikan jumlah pelaku. Karena aksi diduga dilakukan antara Minggu (30/10) hingga dini hari kemarin. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.

Dia mengutarakan bagi SD di wilayah Cepogo lainnya untuk berhati-hati, dan menghimbau inventaris elektronik yang bernilai lebih aman dibawa pulang saja. Mengingat kondisi saat ini, jarang ada penjaga yang bermalam di lingkungan sekolah. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#SDN 1 Cepogo #Pencurian di SDN 1 Cepogo #Pembobolan di SDN 1 Cepogo #Kasus Pencurian #Polsek Cepogo