Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kasus Pembobolan SD di Boyolali Marak, Disdikbud Minta Bawa Pulang Barang Elektronik

Damianus Bram • Senin, 7 November 2022 | 03:34 WIB
RAWAN: SDN 1 Cepogo Boyolali dibobol maling lewat jendela, belum lama ini. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RAWAN: SDN 1 Cepogo Boyolali dibobol maling lewat jendela, belum lama ini. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Kasus pembobolan sekolah dasar (SD) di Boyolali marak terjadi tahun ini. Tak hanya di Cepogo, kasus pembobolan juga sempat menimpa daerah lain, seperti di Tamansari hingga Boyolali Utara.

Minimnya pengamanan diindikasi membuat pencuri makin nekad. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali meminta agar seluruh barang elektronik untuk dibawa pulang.

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto mengamini maraknya kasus pembobolan SD. Pencuri nekat membobol sekolah dan mengambil alat elektronik yang biasanya digunakan untuk pembelajaran.

"Kami terus terang prihatin dengan kejadian ini. Cukup sering laporan kasus pencurian di SD. Ya, banyak ya laporan masuk. Makanya ini jadi perhatian," jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (6/11).

Beberapa barang elektronik yang menjadi sasaran pencurian. Seperti kamera digital, LCD proyektor, laptop, komputer, printer dan lainnya. Maraknya pembobolan sekolah ini ditindaklanjuti dinas.

Pihaknya meminta agar setiap sekolah mengamankan barang inventaris sekolah. Barang-barang elektronik diminta untuk dibawa pulang. Sebab kebanyakan SD tidak memiliki penjaga sekolah. Terkadang ada penjaga yang bermalam di sekolahpun, pernah terjadi dibobol oleh pencuri.

Problem lainnya ada beberapa sekolah yang belum dilengkapi dengan closed circuit television (CCTV). Sehingga pengamanan barang mengandalkan sekolah dan warga sekitar. Boyolali sendiri memiliki 582 SD negeri dan swasta.

"Sudah saya perintahkan agar barang-barang berharga agar dibawa pulang ke rumah kepala sekolah atau guru terdekat saja usai jam pelajaran. Nanti pagi dibawa ke sekolah. Kalau dipasangi CCTV kurang efektif, karena belum tentu membuat jera dan takut," bebernya.

Menurutnya, pencuri bisa saja merusak CCTV sebelum melancarkan aksinya. Belum lagi, penganggaran untuk CCTV cukup mahal. Sekolah lebih fokus mengalokasikan dananya untuk pembelajaran dan pembangunan fisik.

Sebelumnya, Kapolsek Cepogo AKP Agung Setiawan membenarkan adanya pembobolan di SDN 1 Cepogo. Dari hasil olah TKP ada pencurian beberapa inventaris sekolah. Berupa dua LCD proyektor, dua printer dan satu kamera digital. Kerugian mencapai Rp 21 juta. Dia mengimbau bagi SD di wilayah Cepogo untuk berhati-hati.

Dia juga menyarankan agar inventaris elektronik yang bernilai lebih aman dibawa pulang. Karena kondisi saat ini, jarang ada penjaga yang bermalam di sekolah.

"Pelaku mencongkel jendela dan masuk ke dalam ruang guru, lalu mengambil inventaris sekolah. Sebenarnya sekolah sudah cukup aman, karena sudah dilapisi teralis besi. Hanya sayangnya tidak ada penjaga sekolah. Jadi kalau malam otomatis kosong," terangnya. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Kasus Pencurian Sekolah #Pembobolan di SDN 1 Cepogo #Pembobolan SD #disdikbud boyolali