Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menilik Kerkhof, Makam Belanda yang Masih Terawat di Ampel

Damianus Bram • Senin, 7 November 2022 | 15:30 WIB
SAKSI KEJAYAAN: Kondisi kerkhof yang ada di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
SAKSI KEJAYAAN: Kondisi kerkhof yang ada di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Perkebunan kopi yang membentang di Ampel merupakan peninggalan Belanda. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kerkhof atau pemakaman Belanda. Tepatnya di Desa Candi, Ampel yang hingga kini masih terawat. Pemakaman Belanda ini telah diinventaris oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng).

Ketua Boyolali Heritage Society (BHS), sekaligus Pemerhati sejarah dan Budayawa Boyolali Kusworo Rahardian, mengatakan kerkhof Ampel ini merupakan peninggalan keluarga Belanda bernama Johannes Augustinus Dezentje atau dikenal dengan sebutan Tinus. Kondisi pemakaman masih terawat dengan pagar keliling yang dibangun oleh ahli waris keluarga.

"Johannes Augustinus Dezentje atau yang dikenal Tinus merupakan seorang tuan tanah legendaris di Vorstenlanden, atau wilayah-wilayah di Surakarta dan Jogjakarta," jelasnya pada Minggu (6/11).

Photo
Photo
Lukisan Johannes Augustinus Dezentje. (GENI.COM)

Perkebunan kopi yang dikelola Tinus sangat luas. Mencapai 1275 hektar. Membentang dari sisi utara gunung Merapi-Merbabu. Jika dikomparasikan saat ini. Perkenunan kopi melintang dari Boyolali, Banaran hingga Bawen, Semarang. Perkebunan kopi ini menjadi yang terluas nomor dua. Setelah perkebunan di tanah Parahyangan, Jawa Barat.

Tinus mulai menanam kopi pada 1815 di Ampel. Bahkan hingga akhir hayatnya dan dimakamkan di Ampel. Bekas perkebunan kopi Tinus masih bisa ditemui sampai sekarang. Seperti di lereng Gunung Merbabu, di Banyuanyar, Ampel. Bahkan pohon kopi berusia ratusan tahun masih ada dan berbuah hingga sekarang.

Pemerhati sejarah dan Budaya Boyolali, Ibnu menambahkan, kedatangan Tinus ke pulau Jawa diawali dari seorang prajurit militer Belanda. Dia kemudian menjadi pengawal raja Keraton Kasunanan Surakarta. Dedikasinya selama pemerintahan kolonial tersebut mendapat penghargaan. Sebab, Tinus juga membantu dalam Perang Jawa melawan Diponegoro.

Tinus lantas berpindah ke wilayah Ampel. Dia menikahi kerabat Keraton Surakarta bernama Raden Ayu Tjokrokoesoemo. "Tinus ingin, membangun rumah dan mengembangkan usaha perkebunannya di wilayah Ampel. Diapun membawa tanaman kopi dan isterinya untuk tinggal di Ampel," imbuhnya.(rgl/dam) Editor : Damianus Bram
#Boyolali Heritage Society #Perkebunan Kopi #ohannes Augustinus Dezentje #Kerkhof #Perkebunan Kopi di Ampel #Makam Orang Belanda