Kabid Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Sri Budi Wahyono menyebut, 45 embung di Kota Susu dibangun pemkab Boyolali, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat. Dari 45 embung tersebut, ada satu yang masih proses pembangunan.
"Kalau yang membangun DPUPR. Namun, untuk pengelolaan ada di desa atau pudam. Saat ini kami masih membangun satu Embung Tolakbroto di Simo," terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (10/11).
Dia merincikan, 45 embung tersebut terdiri dari 32 embung milik DPUPR, satu milik dinas pertanian, sepuluh embung dibangun oleh pusat, satu embung dibangun provinsi, serta satu embung TJSL. Sedangkan satu embung yang baru proses pembangunan terletak di Simo. Embung berukuran luas 0,16 hektare.
"Pembuatan embung Tolakbroto dianggarkan Rp 1.705.262.000. Saat ini masih proses pengerjaan, ini sudah mulai pasang pavingnya. Kami targetkan awal Desember selesai. Saat ini, airnya hujan juga sudah mulai terisi. Embung ini mampu menampung 5.600 meter kubik air. Embung-embung di Kota Susu sudah dibangun sejak 2014," bebernya.
Sekretaris Desa, Cabeankunti, Kecamatan Cepogo Sulistyono mengatakan, akan memanfaatkan kawasan Embung Kedung Banteng sebagai potensi wisata alam baru. Pengelolaan nantinya diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan desa maupun masyarakat.
"Embung sudah ada. Pemandangannya bagus. Jadi kalau kami percantik lagi dan lengkapi sarana prasarananya, tentu akan menarik minat wisatawan," terangnya.
Pengelolaan wisata ini akan dianggarkan dalam dana desa tahun depan. Nilai anggarannya Rp 100 juta. Nantinya akan dibangun fasilitas umum, seperti kamar mandi dan sarana lainnya dulu. Pengembangan dilakukan bertahap dengan multi years. Dia optimistis Embung Kedung Banteng kelak bakal ramai. Karena tak jauh dari embung terdapat perajin logam, sehingga bisa menjadi paket wisata yang menarik nantinya.
"Jadi nantinya wisatawan juga bisa melihat langsung proses pembuatan seni kerajinan yang ada. Itu kan menarik," bebernya. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram