"Ini baru tahap pertama. Jadi wahana memancing ini cukup potensial untuk dkembangkan di embung ini. Untuk menarik wisatawan pemancing, kami tebar 200 kilogram ikan nila merah," jelas Direktur BUMDes Dewa Lima Sari Bendosari Danar Dono, Senin (14/11).
Baru diumumkan, ternyata lokasi ini sudah diserbu para pemancing dari berbagai daerah. Setiap pengunjung dikenakan biaya Rp 25 ribu untuk pemancingan setelah taburan ikan. Sedangkan pada Minggu sore dikenakan Rp 15 ribu. Kemudian untuk hari biasa, mulai Senin-Jumat hanya dikenakan Rp 10 ribu per pengunjung.
Menurutnya, pengelolaan Embung Bendosari diharapkan mampu menambah pendapatan desa. Bahkan bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Para warga sekitar bisa berjualan minum dan makanan, sehingga perekonomian sekitar juga ikut bergerak.
"Kedepan tanah kas desa yang ada di sebelah timur embung juga akan kami garap sebagai wahana outbond atau kegiatan lainnya," bebernya.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Bendosari Daryono mengatakan, keberadaan embung hanya dibiarkan begitu saja. Sehingga pemanfaatan embung sangat didukung. Hingga akhirnya munculah ide pengelolaan untuk wahana spot memancing. Nantinya, tanah kas desa (TKD) sekitar akan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan penunjang ekonomi masyarakat.
"Harapannya bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ini sebetulnya Embung pertanian. Dengan kegiatan pancingan ini tidak mengganggu suplai air irigasi pertanian. Jadi bermanfaat semua," bebernya. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram