Adalah Aklis, 25, warga Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo yang menjual kopi keliling tersebut. Bermodalkan Honda Astrea Grand, dia menjajakan kopi sembari membawa bronjong. Di dalamnya terdapat aneka peralatan menyeduh kopi. Mulai dari glinder manual, kompor, gelas, dan sebagainya.
Dalam hitungan menit dia bisa menyajikan berbagai macam kopi. Seperti kopi hitam, kopi susu, hingga kopi V60 yang membutuhkan PH air khusus. Terlihat sejumlah pembeli asyik menyeruput kopi racikan Aklis. Sembari duduk di trotoar sisi timur jalan.
“Sudah dua bulan ini dagang kopi keliling. Sebenarnya punya coffe shop di Poncobudoyo, Siswodipuran, Boyolali Kota. Buka tiap sore hingga tengah malam,” ujar Aklis, Selasa (22/11).
Selama berjualan, Aklis juga membawa kopi sachet untuk berjaga-jaga. Namun, mayoritas pembeli pilih kopi hasil seduhan. Karena prosesnya langsung digiling di tempat.
“Rasanya lebih enak diseduh. Belajar menyeduh secara otodidak dari YouTube. Lalu beli peralatan yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Karena memiliki cofee shop, Aklis harus pintar membagi waktu jualan keliling. “Biasanya buka di sini pagi sampai siang. Sorenya buka di coffe shop sampai malam,” imbuhnya. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram