Kepala Unit Pengelola Asrama Donohudan Bambang Sumanto mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan kasur untuk tempat tidur relawan. Seluruh gedung juga difungsikan untuk bed relawan. Termasuk ruang pertemuan dan tempat makan. Persiapan mandi cuci kakus (MCK) di setiap ruangan bakal digunakan. Termasuk juga toilet portabel di luar gedung.
”Di samping tempat tidur, kami siapkan juga untuk MCK-nya, kamar mandi, karena begitu banyak saudara-saudara kita yang ke sini. Itu yang ada di dalam kamar. Di luar kamar, kami tambah toilet portabel dari luar (vendor),” jelasnya.
Dia mengantisipasi jumlah bed. Lantaran jumlah relawan yang akan menginap bertambah dari 5 ribu menjadi 6 ribu orang. Sehingga dilakukan penambahan bed. Jika kurang akan disiapkan dari vendor.
”Kapasitas 6 ribu itu sudah nyaman. Jika lebih dari itu, dikhawatirkan sudah tidak nyaman lagi untuk menginap,” imbuhnya.
Pihaknya memaksimalkan seluruh gedung. Mulai gedung Jeddah, Arofah, Muzdalifah yang biasa untuk resepsi. Lalu juga di sekretariat lantai dua.
”Semua gedung kami maksimalkan karena jumlahnya begitu banyak. Baik gedung penginapan, maupun gedung aula yang ada di asrama haji ini digunakan untuk menginap. Jadi juga digunakan untuk itu,” terangnya. (rgl/adi) Editor : Damianus Bram