Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Opsi Dapil Baru, Parpol di Boyolali Tidak Satu Suara

Damianus Bram • Kamis, 8 Desember 2022 | 01:42 WIB
PESTA DEMOKRASI: Pemungutan suara dalam pilkades serentak di Boyolali, kemarin (7/12). Dalam Pileg 2024 mendatang, kursi DPRD menjadi 50 kursi. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
PESTA DEMOKRASI: Pemungutan suara dalam pilkades serentak di Boyolali, kemarin (7/12). Dalam Pileg 2024 mendatang, kursi DPRD menjadi 50 kursi. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Uji publik untuk dua opsi daerah pemilihan (dapil) dalam Pileg 2024 di Boyolali masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali telah mengumukan opsi dapil 5 dapil atau 6 dapil. Seperti PDI P dan PKS yang tak masalah opsi mana saja yang dipilih nantinya. Sedangkan Golkar memilih opsi 5 dapil.

Ketua DPC PDIP Boyolali Susetya Dwi Hartanta mengaku, kedua opsi tersebut sama-sama menguntungkan. Menurutnya opsi 5 dapil tidak terlalu banyak perubahan. Sedangkan opsi 6 dapil perlu strategi baru untuk memenangkannya. Kendati demikian, pihaknya sudah menyiapkan diri.

”Kami tidak masalah dua opsi itu, karena sudah ada kader-kader yang siap bertarung. Malahan, kalau 6 dapil, nantinya Ngemplak dan Nogosari jadi dapil sendiri, malah menguntungkan,” terangnya ditemui di ruang fraksi PDIP, DPRD Boyolali, kemarin (7/12).

Ketua DPD PKS Boyolali Nur Arifin mengaku tak keberatan. Kedua opsi tersebut dinilai tidak akan merugikan PKS. Kendati demikian, dia cenderung memilih opsi 5 dapil. Sebab, Kecamatan Gladagsari yang geser ke dapil 2 akan menambah jumlah kuota kursinya. Dia menilai pembagian kursi tiap dapil bisa lebih merata.

”Karena selama ini dapil dua kursinya paling sedikit. Dengan tambahan kecamatan Gladagsari, kursinya bisa sembilan (kursi,Red) sehingga seimbang dengan dapil-dapil lainnya yang selama ini 9-11 kursi,” katanya.

Di sisi lain, Ketua DPD Golkar Boyolali Fuadi mengaku memilih opsi lima dapil. Menurutnya, opsi yang sama tersebut dinilai lebih menguntungkan bagi Golkar. Apalagi Kecamatan Gladagsari masuk ke dapil 2. Sedangkan dapil-dapil lainnya masih sama. Jika opsi 6 dapil dipilih, bakal banyak perubahan signifikan.

”Partai Golkar cendurung 5 dapil. Karena di pileg 2024 kami targetkan 6 kursi. Namun, belum tentukan kader-kadernya yang akan maju,” terangnya.

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Boyolali Muhammad Rohani mengatakan, kursi legislatif 2024 resmi 50. Hal tersebut sesuai dengan jumlah penduduk Kabupaten Boyolali yang mencapai 1 juta jiwa. Sehingga ada 5 kursi tambahan dari 45 menjadi 50 kursi.

”Kami sosialisasikan rancangan penataan dapil dan alokasi kursi anggota DPRD untuk 2024 mendatang. Ada dua alternatif dapil. Yakni lima dapil dan enam dapil. Tiap dapil maksimal 12 kursi. Saat masih proses uji publik,” jelasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Dapil di Boyolali #DPC PDIP Boyolali #Dapil Pemilu 2024 #dpd pks boyolali #DPD Golkar Boyolali #Dapil Pileg 2024 #kpu boyolali