Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hindari Amuk Massa, Cakades Manggis Dievakuasi ke Polsek

Damianus Bram • Kamis, 8 Desember 2022 | 15:20 WIB
JADI ATENSI: Massa pendukung cakades Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, dijaga ketat personel Polres Boyolali, kemarin (7/12). Sempat terjadi ketegangan, namun berhasil diredam. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
JADI ATENSI: Massa pendukung cakades Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, dijaga ketat personel Polres Boyolali, kemarin (7/12). Sempat terjadi ketegangan, namun berhasil diredam. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Pemilihan kepala desa (pilkades) Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Rabu (7/12), berlangsung panas. Salah satu calon kepala desa (cakades) sempat diamankan ke Polsek Mojosongo untuk menghindari amuk massa pendukung cakades lainnya.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat cakades nomor urut 2 yakni Muhajirin sudah tiba di lokasi pemungutan suara sekira pukul 04.30. Cakades tersebut bahkan sudah duduk di kursi panggung. Sontak, pendukung lawannya yang juga berjaga di lokasi langsung terpancing. Mereka mempertanyakan kenapa Muhajirin sudah tiba sebelum jam pemungutan suara.

Iki lakon opo? Lurah kok jam nyahene manggung, gek panitia raono wong blas, ki peye ki? (Ini peran apa? Lurah kok jam segini sudah manggung, dan panitianya tidak ada sama sekali, gimana ini?),” teriak massa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi yang sudah berjaga di lokasi sejak sehari sebelumnya, langsung mengamankan Muhajirin ke Mapolsek Mojosongo.

Sekadar informasi, Pilkades Desa Manggis menjadi salah satu fokus perhatian jajaran Polres Boyolali karena mempunyai kerawanan konflik tingkat tinggi. Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin bahkan langsung memantau jalannya pilkades di desa ini. Sementara desa lain yang memiliki kerawanan konflik tinggi, yakni Kembangkuning, Kecamatan Cepogo, relatif kondusif.

Camat Mojosongo Jarot Purnama mengatakan mengamini ada konflik kecil di Pilkades Manggis. Namun, hal tersebut sudah bisa terkendali. ”Tadi sehabis Subuh sekira jam 04.30, salah satu calon nomor urut 2 itu memang hadir di lokasi pemilihan. Kemudian oleh sebagian anak-anak muda (pendukung calon lawan,Red), hal tersebut dianggap belum waktunya (manggung,Red). Kemudian jajaran kepolisian mengambil langkah calon tersebut ditransitkan sementara di polsek,” terangnya pada Jawa Pos Radar Solo.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Yulius Bagus Triyanto mengatakan, terdapat banyak ganjalan dalam pilkades serentak ini. Namun, termasuk sukses. Karena Desa Manggis menjadi barometer pilkades di 13 desa lainnya.

”Barometernya kan di sini (Desa Manggis,Red). Ini kemarin dipresentasi (paparan,red) kapolres kan, ratingnya merah. Kalau di sini oke, daerah lain oke. Ini semua sudah selesai,” terangnya.

Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin memastikan, situasi Pilkades Desa Manggis aman terkendali. ”Kita lihat masyarakat sangat antusias hari ini (kemarin,Red) untuk memberikan suaranya. Untuk pengamanan kami siapkan 80 personel di Manggis ini, berlaku sampai H+1 pemungutan suara (hari ini,Red),” tandasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pilkades Desa Manggis #Pilkades di Boyolali #polres boyolali #pilkades #Cakades Manggis #Pilkades Manggis