Dirut PT Aneka Karya Boyolali M. Taufiq Kresno Widakdo, mengatakan pembukaan bengkel SAT ini bekerjasama dengan Persero. Pihaknya menyediakan lahannya kemudian menggandeng bengkel besar PT SAT. Sehingga, bengkel ini merupakan kerjasama dengan sistem sharing fee atau bagi hasil termasuk operasionalnya.
"Sementara ini kami melayani dari truk-truk dan mobil OPD serta pertamina di Boyolali. Tapi kedepannya untuk umum juga. Ini kan bengkel gede, kelasnya juga nasional juga. Nanti diharapkan bisa melayani seluruh Boyolali. Sementara ini masih OPD-OPD, BUMD, dan pihak terkait," jelasnya seusai opening bengkel SAT di depan SPBU Teras pada Senin (19/12).
Pihaknya melayani seluruh jenis kendaraan roda empat atau lebih. Baik keluaran terbaru maupun lama. Dia mengamini, berbagai peralatan canggih disiapkan dengan standar nasional Indonesia (SNI). Selain itu dari segi sumber daya manusia (SDM) mumpuni dan teknologinya canggih. Peralatan yang digunakan juga baru datang dari Jerman. Apalagi, ada 35 karyawan yang bertugas.
"Apapun kita bisa (servis dan perbaikan, red). Baik servis ringan, servis berat, sparepart, ban juga. Juga untuk ban kendaraan pertamina maupun umum. Saat ini, sudah 80 persen OPD di Boyolali sudah kerjasama dengan kita. Jadi ini kan jemput bola, 24 jam kita layani," katanya.
Bahkan, dia membuka layanan on call 24 jam. Ketika kendaraan mogok atau rusak, maka bisa menghubungi bengkel sewaktu-waktu. Setelah itu, karyawan akan membawa peralatan ke lokasi mogok. Dia menilai pelayanan jemput bola seperti ini masih jarang ditemui. Sehingga program ini akan dikembangkan semakin luas.
"Jadi nanti ada lokasi-lokasinya sendiri. Seperti di sini, untuk kendaraan berat seperti truk, lalu ada untuk kendaraan umum, ada juga cat painting (Body repair,red). Karena untuk truk pertamina itu kan, kalau catnya sudah pudar harus dicat ulang. Harapannya bisa melayani dengan baik dan masyarakat umum juga bisa menggunakan jasa perbaikan kendaraan di sini," harapnya. (rgl/dam) Editor : Damianus Bram