Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

KPU Boyolali Targetkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu 2024 di Atas 89,85 Persen

Damianus Bram • Kamis, 5 Januari 2023 | 03:43 WIB
BERI ARAHAN: Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin menyalami anggota PPK yang dilantik, Rabu (4/1/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BERI ARAHAN: Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin menyalami anggota PPK yang dilantik, Rabu (4/1/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali menargetkan partisipasi masyarakat dalam pemilu 2024 mendatang naik di atas 89 persen. Untuk itu, 110 panitia anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) diminta segera menjalin koordinasi dengan forkompincam untuk sosialisasi pemilu ke masyarakat.

Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin mengungkapkan, ada 110 PKK yang dilañtik, Rabu (4/1/2023). Dia meminta mereka segera menyiapkan diri untuk berkoordinasi forkompincam. Karena PPK menjadi ujung tombak di lapangan.

”Partisipasi masyarakat mulai meningkat. Pada pilkada 2020 tingkat partisipasi mencapai 89,85 persen. Lalu pemilu 2019 mencapai 78 persen. Kami berharap partisipasi pada 2024 bisa meningkat,” jelas Ali usai pelantikan.

Dia menjelaskan, pemilu 2024 ini melibatkan semua elemen. Baik peserta pemilu maupun pemilihan daerah. Dia juga menekankan pada kualitas pemilu nantinya. Parameter kualitas pemilu tidak hanya tingkat partisipasi. Dikatakan berkualitas jika didasarkan pada kesadaran masyarakat sendiri. Lalu masyarakat menggunakan hak sendiri tanpa ada tekanan ataupun mobilisasi pihak lain. Sementara pelantikan PPS pada 24 Januari mendatang.

”PPK dalam waktu dekat akan kami minta untuk berkoordinasi dengan kecamatan, forkompincam dan tokoh-tokoh masyarakat. Nanti kan akan dibutuhkan tempat untuk fasilitas keseketariatan maupun kesetariatan itu sendiri. Kami juga akan intruksikan untuk membantu tes PPS, baik CAT maupun wawancara,” terangnya.

Sedangkan kesekretariatan PPK masih dikoordinasikan. Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pemkab untuk permohanan difasilitasi. Harapannya, sebelum tahapan seleksi PPS sudah ada kantornya di tiap kecamatan. Pemkab juga akan memfasilitasi kesekretarian baik ditingkat PPK maupun PPS.

Namun, dalam pelantikan PPK ini ada empat kecamatan yang tidak ada keterwakilan perempuan. Yakni, Selo, Sambi, Karanggede dan Wonosamudro. Ali menyebut, pihaknya telah melaksanakan tes sesuai tahapan yang berlaku. Lalu tes dengan sistem CAT. Sehingga siapa-siapa saja yang lolos sudah terinput oleh sistem. Pihaknya juga mendorong untuk memberikan porsi yang luas dengan targer keterwakilan diatas 30 persen.

”Tapi memang yang memutuskan teman-teman PPK ini tidak mudah. Ada beberapa hal pertimbangan, faktor-faktor itu (Tes CAT,Red). Tapi kita, keterwakilan perempuan hanya 27 persen,” tandasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pemilu 2024 #sosialisasi pemilu #Target Partisipasi Masyarakat #Partisipasi Masyarakat #kpu boyolali