Kepala Satpol PP Boyolali Sunarno, mengatakan patroli pelajar kembali digelar, Kamis (12/1/2023). Untuk kali ini, patroli menyasar kawasan Selo yang ada banyak tempat wisata lereng gunung tersebut. Alhasil, pihaknya menjaring sembilan pelajar yang kedapatan nongkrong diluar sekolah saat jam pelajaran.
"Ada sembilan pelajar itu terdiri dari 6 siswa dan 3 siswi SMA. Ada yang dari Boyolali, ada juga pelajar dari Klaten," terang Sunarno saat ditemui di kantornya, Kamis (12/1/2023).
Dia merincikan, ada tiga siswi dari salah satu sekolah negeri di Teras. Kemudian, dua siswa dari SMK Swasta di Boyolali. Kemudian empat pelajar asal Klaten, terdiri dari dua siswa SMK dan 2 siswa SMP. Mereka terjaring razia di jembatan Cinta, yang ada di Desa Jrakah. Serta angkringan di pinggir jalan menuju Desa Samiran, Selo.
"Mereka tertangkap saat lagi asyik nongkrong di tempat-tempat itu. Pas ditanya alasanya, katanya gak suka sama pelajarannya dan ada juga alasan lainnya. Jadi kami memang sempat konfirmasi ke sekolah yang bersangkutan, dan bilangnya izin. Setelah tertangkap ini kami langsung lakukan pembinaan di tempat," katanya.
Satpol PP meminta agar para siswa tak lagi membolos. Karena pihaknya tak segan untuk menertibkan secara lebih tegas. Pihaknya akan menggalakkan razia pelajar ini secara berkala. Agar siswa bisa belajar dengan baik dan tidak membolos.
Selain itu, Satpol PP juga tengah membina seorang pemuda asal Sulorejo, Musuk, ZF, 20, yang kedapatan melakulan percobaan pencurian kotak amal. ZF kepergok hendak mencuri kotak amal Masjid Agung, Boyolali Kota pada 8 Januari lalu. Pelaku nekad membuka pintu masjid yang terkunci sekitar pukul 01.00. Namun, saat berusaha mencongkel gembok kotak amal, dia ketahuan takmir masjid.
Pelaku yang panik langsung lari menyelamatkan diri melalui jendela masjid. Apesnya, sepeda motor yang digunakan pelaku justru tertinggal di parkiran masjid. Takmir masjid lantas mengamankan sepeda motor pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke Satpol PP. Sepeda motor pelaku diamankan oleh anggota Satpol PP.
RZ yang mengetahui sepeda motor pinjaman itu ada di Satpol PP Boyolali kemudian berusaha mengambilnya. Satpol PP lantas mengamankan pelaku. RZ juga di interogasi dan diberikan pembinaan.
"Setelah kami tanya-tanya. Dia mengaku mau mencuri kotak amal masjid. Dia ngakunya untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal kalau tidak ketahuan pengurus masjid, sudah pasti kotak amal akan dicuri," katanya.
RZ mengaku telah melakukan pencurian lebih dari sekali. Sebelumnya, dia pernah mencuri uang sebesar Rp 20 juta milik neneknya. Bahkan, saat tinggal di Jakarta sebelumnya, dia juga sering mencuri kotak amal masjid. Sayangnya, Satpol PP tak bisa berbuat banyak selain hanya melakukan pembinaan saja. Karena, pihaknya tak memiliki kewenangan untuk memberikan hukuman pidana.
Sunarno menambahkan, pihaknya sengaja menahan sepeda motor pelaku selama beberapa hari kedepan. Karena sepeda motor tersebut yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. "Beberapa hari sekali, dia akan kami panggil lagi untuk kami bina," katanya.(rgl/dam) Editor : Damianus Bram