Kasi Humas Polres Boyolali AKP Dalmadi membenarkan adanya dua kejadian laka air. Pertama, terjadi Dusun Sidomulyo Rt 01 Rw 06, Ngagrong, Gladagsari. Anak berumur 7 tahun, Earlyta Arsyifa Najwa meninggal dunia. Kejadian bermula saat korban bermain hujan-hujanan di dekat sekolah depan rumahnya sekitar pukul 15.00.
Hal tersebut diketahui oleh Satiman, warga setempat. Selokan depan rumah korban memiliki lebar 40 sentimeter dan kedalaman sekitar 40 sentimeter. Tak berselang lama, korban sudah tidak terlihat. Namun, terdengar teriakan minta tolong dari arah selokan. Satiman sempat berlari dan mengejar korban. Tapi tak terkejar.
"Saksi sempat mengejar korban yang hanyut sekitar 200 meter dari titik terpeleset. Saksi melihat korban tenggelam di sungai sedalam sekitar dua meter. Korban sempat ditolong oleh dua warga setempat. Keadaannya sudah tidak sadarkan diri," jelasnya pada Senin (16/1/2023) malam.
Korban lantas dibawa ke klinik terdekat. Namun, nyawa korban tak tertolong. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diketahui, korban meninggal dunia setelah terbawa arus aliran selokan, kemudian tercebur dan tenggelam di sungai sedalam dua meter. Pihak keluarga korban menerima atas kejadian tersebut dan tidak meminta autopsi pada korban.
Sementara itu, kejadian laka air yang kedua terjadi di Sungai Sentul, Desa Tolakbroto, Simo. Sudarmin,58, warga Dusun Krambilsawit RT 012 RW 004, tewas tenggelam. Kejadian bermula saat korban mencari rumput di pinggiran Sungai Sentul sekitar pukul 15.30. Saat itu, arus air sungai cukup deras. Karena hujan mengguyur sejak siang.
"Korban diduga terpeleset saat mencari rumput di pinggiran sungai. Kemudian terseret arus sekitar satu kilometer dari titik tenggelam. Begitu ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian langsung dirujuk ke RSUD Simo. Pihak keluarga sudah menerima dan telah dibawa ke rumah duka," katanya.(rgl/dam) Editor : Damianus Bram