Mereka tampak antusias mencatat penjelasan dari Windarti, guru IPS terkait peninggalan sejarah di Kota Susu ini. Kebetulan, pagi itu para siswa mempelajari tentang sejarah agama Hindu dan Buddha.
Setelah dari situs Watu Genuk, para siswa bertamu ke rumah Sriyono, tokoh Hindu di Kragilan, Mojosongo. Di rumah tersebut juga disimpan batu lingga, ornamen makara, serta batu-batu dinding ukir.
Wakil Kepala Bidang Sarana PrasaranaSMPN 3 Mojosongo Suyanto mengatakan, kegiatan di luar kelas ini selaras dengan materi pembelajaran tentang situs purbakala. Pihaknya memilih mengunjungi situs Watu Genuk, lantaran lebih dekat dijangkau.
"Bahwa di daerah kita ada situs yang sangat berharga. Harapannya, anak-anak bisa tahu budaya nenek moyang yang adiluhung. Kedepannya, mereka bisa ikut menjaganya,” terang dia.
Taufik Adi Nugroho, murid kelas 7B SMPN 3 Mojosongo mengaku mendapatkan banyak tambahan wawasan terkait benda bersejarah.
“Yang menarik patung Nandini, juga ada yoni. Bisa mengamati langsung bentuknya. Asyik bisa belajar di luar ruangan,” jelasnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono