Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Ahmad Gojali menjelaskan, penataan lahan bekas pasar hewan Singkil untuk wisata religi sudah digarap sejak 2021. Namun, baru tahun ini Pemkab Boyolali mencairkan anggaran besar.
Di lokasi setempat akan dibangun miniatur Kakbah seluas 72 meter persegi, replika Sa'i seluas 575 meter persegi, Masjid Nabawi 288 meter persegi, padang Arafah, dan sebagainya. Pemkab Boyolali optimistis, proses pembangunan dapat dirampungkan tahun ini.
Anggaran puluhan miliar untuk kawasan wisata religi terbagi dalam beberapa paket. Antara lain pembangunan fasilitas pendukung dialokasikan Rp 2,4 miliar, miniatur Kakbah Rp 4,9 miliar, miniatur penginapan dan Masjid Nabawi Rp 3,7 miliar.
Pemkab Boyolali juga akan membangun deretan kios yang mewadahi produk UMKM dan lainnya. Anggarannya Rp 5,9 miliar. Dilanjutkan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) pendukung dengan alokasi Rp 5,9 miliar.
Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengatakan, kawasan wisata religi juga dikembangkan untuk kegiatan manasik haji. Didukung lokasi parkir mumpuni, yakni parkir mobil seluas 160 meter persegi, parkir sepeda motor 288 meter persegi, parkir bus 555 meter persegi, parkir minibus 220 meter persegi. Kantor pengelola seluas 268 meter persegi, serta pusat oleh-oleh seluas 648 meterpersegi. Tersedia pula ruang pertemuan dan diskusi seluas 368 meter persegi.
"2023 (ditarget,red) bisa diselesaikan, dan ketika manasik bisa digunakan oleh calon jamaah haji Boyolali," terangnya. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono