Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Banjir Pesanan dari Luar Jawa, Omzet Perajin Gamelan di Nogosari Tembus Rp 2,3 Miliar

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 5 Februari 2023 | 23:45 WIB
Perajin gamelan di Dusun Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Perajin gamelan di Dusun Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID-Masa sulit perajin gamelan di Dusun Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, akibat pandemi telah usai. Kini, pesanan membanjir. Termasuk dari luar Pulau Jawa. Perajin bisa kantongo omzet hingga Rp 2,3 miliar.

Pulihnya order perangkat gamelan dirasakan Ki Gondo Wartoyo, dalang asal Dusun Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali. Halaman rumahnya dijadikan workshop pembuatan gamelan. Antara lain bonang barung, bonang penerus, demung, sarin, slenthem, kendang, kempul, gong, kenong dan lainnya.

"Pesanan datang dari Pontianak, Sulawesi, Jambi, Aceh, dan kota-kota lainnya. Sudah puluhan set yang masuk," ungkap dalang nyentrik ini, Minggu (5/2/2023).

Saking banyaknya pesanan, Ki Gondo Watoyo kewalahan. Sebab pembuatan satu set gamelan butuh waktu cukup lama. "Terutama untuk mengecat ulang gamelan memakan waktu lama. Tapi sangat bersyukur, pesanan sudah puluhan masuk. Omzetnya bisa Rp 2,3 miliar," jelas dia.

Soal harga seperangkat gamelan, Ki Gondo Watoyo menyebut bervariasi. Tergantung jenis bahannya. Untuk bahan besi Rp 40 juta-Rp 50 juta, bahan kuninganRp 150 juta-Rp 200 juta, sedangkan yang termahal dari tembaga, yakni Rp 200 - Rp 450 juta. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #nogosari #'pesanan' #Perajin #gamelan #tegalgiri