Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Optimalisasi Destinasi Wisata Boyolali dengan Sistem Digital

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 22 Februari 2023 | 03:15 WIB
Sosialisasi pengelolaan destinasi wisata di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (21/2/2023). (RAGIL LISTIYOR/RADAR SOLO)
Sosialisasi pengelolaan destinasi wisata di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (21/2/2023). (RAGIL LISTIYOR/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID- Jumlah objek wisata yang cakep-cakep di Boyolali, tak terhitung. Tantangannya, bagaimana mengelola dan mempromosikan destinasi tersebut agar optimal menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Pemkab Boyolali memilih cara digital untuk itu.

Yakni dengan mendata kunjungan wisata melalui aplikasi Silajuwita. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Supana mengatakan, sosialisasi pengelolaan destinasi wisata menyasar 100 peserta.

Mereka berasal dari pengelola wisata, perhotelan, maupun desa wisata. Kegiatan tersebut membahas tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) dan pelatihan peng-input-an kunjungan wisata melalui website ke aplikasi Silajuwita.

Aplikasi ini merupakan sistem pelaporan kunjungan wisata yang bisa mendeteksi data kunjungan wisatawan setiap bulannya. Data tersebut akan menjadi pijakan dinas terkait, serta pertimbangan menentukan kebijakan di bidang pariwisata.

”Kami akan berikan teori dan nanti mempraktikan untuk aplikasi. Dari kantor disporapar terkoneksi dengan para pengelola pariwisata di semua sektor,” ujar Supana, di sela sosialisasi aplikasi Silajuwita di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Selasa (21/2/2023).

Supana menilai, destinasi di lereng Merapi-Merbabu memiliki daya tarik tersendiri. Baik yang dikelola swasta, mandiri, maupun warga.

Dia meminta pengelola wisata untuk melengkapi izin resmi dari pemkab. Termasuk memenuhi persyaratan standarisasi, sisi kenyamanan, keindahan, dan Sapta Pesona.

”Sektor pariwisata diharapkan bisa memberikan tambahan PAD. Secara multiefek juga memberikan peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Merujuk data disporapar, jumlah wisatawan pada 2022 mencapai 520.917 orang. Terdiri dari 520.605 wisatawan lokal dan 312 wisatawan mancanegara. Mereka mayoritas berkunjung untuk melakukan pendakian di Gunung Merbabu via Selo.

Untuk kunjungan wisata alam mencapai 197.164 orang, sedangkan wisata religi menyedot 2.612 orang. (rgl/adi/wa)

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #silajuwita #destinasi #wisata