Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

PT Jasamarga Solo Ngawi Bantu Bayarkan Premi BPJS Ketenagakerjaan 100 Pekerja Informal

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 9 Maret 2023 | 05:21 WIB
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi Mery Natacha Panjaitan serahkan secara simbolis bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 pekerja informal atau pekerja rentan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali di aula kantor kecamatan setem
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi Mery Natacha Panjaitan serahkan secara simbolis bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 pekerja informal atau pekerja rentan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali di aula kantor kecamatan setem
RADARSOLO.ID-Menjelang HUT Ke-45 Jasa Marga, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) melakukan terobosan spesial, yakni memberikan bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 pekerja informal atau pekerja rentan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Selama satu tahun ke depan, premi BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 pekerja informal itu ditanggung PT JSN. Pemberian bantuan stimulus dipusatkan di aula kantor Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Rabu (8/3/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama (Dirut) PT JSN Mery Natacha Panjaitan, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Boyolali Agung Supardi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Boyolali Bambang Indriyanto, Kabid Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan Sutrisno mewakili Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Boyolali Bambang Sutanto, Camat Ngemplak Ari Wahyu Prabowo, serta unsur forkompimcam.

“Ini program perdana di JSN. Hasil pemikiran teman-teman yang berinovasi jelang HUT ke-45 Jasa Marga. Lazimnya, program CSR (corporate social responsibility) berupa donasi, sumbangan dengan periode singkat. Kalau ini (bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Red) bermanfaat jangka panjang,” ujar Mery.

Pada tahap pertama, lanjut dia, bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 pekerja informal warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali diberikan selama satu tahun.

“Tentu saja harapannya bisa lebih banyak (pekerja informal ter-cover peserta BPJS Ketenagakerjaan, Red) dan bisa lebih panjang (bantuan pembayaran premi, Red). Ini juga bentuk dari TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) kami,” papar Mery.

Terkait alasan bantuan stimulus tersebut ditujukan kepada warga Kecamatan Ngemplak, Mery mengatakan, kantor PT JSN beroperasi di wilayah setempat, sehingga pihaknya berupaya turut menyejahterakan masyarakat sekitar.

Program serupa tidak menutup kemungkinan dikembangkan di kecamatan lain yang berada di sekitar ruas tol Solo-Ngawi. “Kami punya program yang bermanfaat bagi masyarakat dan diyakini berkelanjutan. Oleh Jasa Marga, kami, di PT JSN didorong untuk berkreasi, berkolaborasi, dan berinteraksi dengan stakeholder untuk mendukung kualitas pelayanan masyarakat,” terangnya.

Mery berharap, dengan bantuan stimulus BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat lebih aware dengan JSN dan hubungan baik dengan seluruh elemen semakin harmonis.

Lebih lanjut diterangkan dirut PT JSN, penyerahan bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja informal di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Inpres Nomor 2 Tahun 2021 mendorong semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk bersama-sama melindungi para pekerja rentan atau pekerja informal yang selama ini merupakan salah satu segmen yang kurang terlindungi,” jelas Mery.

Program tersebut juga bagian dari pelaksanaan Peraturan Menteri BUMN nomor PER-05/MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara (TJSL BUMN).

Dalam peraturan itu disebutkan bahwa BUMN wajib melaksanakan program TJSL BUMN yang salah satu tujuannya memberikan kemanfaatan bagi pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, pembangunan lingkungan serta pembangunan hukum dan tata kelola bagi perusahaan.

Photo
Photo
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi Mery Natacha Panjaitan (dua dari kanan) bersama pejabat terkait, unsur Forkompimcam Ngemplak, dan 100 pekerja informal penerima bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di aula kantor Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali , Rabu (8/3/2023). (TRI WAHYU CAHYONO/RADAR SOLO)

Camat Ngemplak Ari Wahyu Prabowo sangat mengapresiasi terobosan PT JSN tersebut. “Terima kasih atas perhatiannya kepada warga kami. Bantuan stimulus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini sangat bermanfaat untuk memberikan rasa aman dan nyaman pekerja informal. Semoga PT JSN semakin tumbuh dan berkembang, sehingga CSR-nya juga makin banyak,” tuturnya.

Ditambahkan Ari, di wilayahnya terdapat dua exit tol, yakni exit Tol Bandara, dan exit Tol Ngemplak. Diakuinya, dengan hadirnya jalan tol, merupakan salah satu modal untuk mengembangkan potensi desa karena akses yang lebih mudah.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Boyolali Agung Supardi menuturkan, banyak manfaat yang diperoleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Di antaranya, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, dan sebagainya.

“Dengan jaminan tersebut, pekerja sektor informal bisa lebih tenang. Pastinya semua berharap tidak terjadi hal yang tak diinginkan saat bekerja,” ucapnya.

Senada disampaikan Kabid Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan Sutrisno. “Manfaat lain yang dirasakan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah, pekerja informal bisa tambah produktif dan semangat bekerja,” terang dia.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Boyolali Bambang Indriyanto memaparkan, pihaknya bersama BPJS Kesehatan saling melengkapi. BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pensiun (JP).

“Begitu terjadi hal yang tak diinginkan ketika memulai proses bekerja hingga berakhirnya pekerjaan, segera laporkan kepada kami agar cepat mendapatkan pelayananan,” pesannya.

Sementara itu, Nanda Fiki, salah seorang penerima bantuan stimulus dari PT JSN sangat bersyukur bisa terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. “Ini membantu dan mempermudah ketika terjadi hal yang tak diinginkan saat bekerja,” ujar warga Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak itu.

Apresiasi juga diberikan Tri Wahyuningsih, warga Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak yang membuka usaha warung angkringan. “Dengan bantuan dari PT JSN ini, saya yang bekerja di rumah bisa menikmati BPJS Ketenagakerjaan. Kalau habis masa berlaku kartunya, pasti saya lanjutkan membayar iuran secara mandiri. Tidak memberatkan kok. Hanya sekitar Rp 16 ribu per bulan,” pungkasnya. (wa)

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bpjs ketenagakerjaan #kecamatan ngemplak #pekerja rentan #Pekerja Informal #PT. Jasamarga Solo Ngawi #tanggung premi #kabupaten boyolali