Sekolah tersebut yakni SMPN 2 Selo di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali; SDN 1 Tlogolele dengan jumlah siswa 88 anak; SDN 2 Tlogolele sebanyak 127 anak, SDN 2 Jrakah dengan 129 anak; SDN 3 Jrakah 97 anak; SDN 1 Klakah 135 anak; dan SDN 2 Klakah dengan 96 anak.
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut tetap berlangsung. Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto menuturkan, pihaknya memutuskan tetap melakukan pembelajaran tatap muka karena pembelajaran daring dinilai tidak bisa maksimal.
"Kepala sekolah dan guru tolong mengondisikan agar anak-anak tenang, tetap waspada, tingkatkan koordinasi dengan kades, camat, puskesmas, relawan. Anak-anak wajib pakai masker selama pembelajaran. Tetap tatap muka karena daring tidak bisa maksimal," terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (13/3/2023).
Kepala Desa (Kades) Klakah Marwoto menambahkan, hujan abu vulkanis yang cukup deras kembali mengguyur desanya, Minggu malam sampai Senin dini hari (12-13/3/2023). Padahal, pada Minggu siang sudah dilakukan pembersihan dengan penyiraman air.
Saat ini, abu vulkanis yang mengendap cukup tebal. Mencapai 2 sentimeter. Pihak desa akan membagikan masker ke sekolah-sekolah. "Giat hari ini akan ada pembagian masker ke TK, sekolah-sekolah. Yakni SDN 1 dan 2 Klakah, TK Pertiwi dan TK Perwanida di Dusun Sumber," jelasnya. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono