Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menyaru sebagai Pencari Rumput, Begal Gasak Motor Siswa SMPN 2 Mojosongo Boyolali

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 4 April 2023 | 21:23 WIB
Lokasi pembegalan di perempatan Jalan Republik, Kompleks Perkantoran Setda Boyolali sisi selatan, Selasa (4/4/2023).
Lokasi pembegalan di perempatan Jalan Republik, Kompleks Perkantoran Setda Boyolali sisi selatan, Selasa (4/4/2023).
RADARBOYOLALI.COM – Aksi pembegalan yang terjadi Selasa (4/4/2023) siang dengan sasaran siswa SMPN 2 Mojosongo Boyolali, diduga kuat telah direncanakan. Berdasarkan keterangan Purwono, warga Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, sebelum kejadian, dia melihat seorang pria sedang mencari rumput di lokasi kejadian.

Ketika ada dua murid SMPN 2 Mojosongo yang mengendarai Honda Beat dan melintas di lokasi, pria yang tadinya mencari rumput segera berdiri dan mengadang laju sepeda motor.

Pelaku lalu mengacungkan celurit dan merampas sepeda motor Honda Beat. “Saya melihat ada orang cari rumput. Tapi nggak menyangka kalau itu begal,” ujarnya.

Diberitakan, murid SMPN 2 Mojosongo, yakni Candra dan Riko menjadi sasaran pembegalan di perempatan Jalan Republik, Kompleks Perkantoran Setda Boyolali sisi selatan, Selasa (4/4/2023) pukul 12.10. Sepeda motor Honda Beat yang kendarai dua siswa kelas VIII itu dijarah.

Pelaku yang beraksi seorang diri menodongkan senjata tajam yang diduga celurit ke arah Candra dan Riko. Takut dilukai, Candra dan Riko menyerahkan sepeda motor.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, saat kejadian, dua siswa tersebut hendak pulang dan melintasi perempatan Jalan Republik.

Di lokasi kejadian, dua siswa itu tiba-tiba diadang seorang pria yang membawa celurit. Candra dan Riko berusaha kabur, tapi diancam oleh pelaku. Sepeda motor Honda Beat lalu dibawa kabur pelaku ke arah utara.

Purwono, warga Kecamatan Selo menuturkan, saat kejadian, dia bersama Asep dan Roni, kannya, tengah mengobrol di depan kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara pembegalan. “Kami mendengar teriakan anak-anak yang berseru ojo….ojo (jangan….jangan,red)" ujar Purwono.

Awalnya mereka mengira teriakan itu hanya bercanda karena kebutulan bertepatan jam pulang sekolah dan ramai anak-anak SMPN. Nah, ketika mendengar teriakan minta tolong, Purwono dan teman-temannya langsung mendatangi lokasi kejadian. Dua siswa SMP tersebut mengaku dibegal.

"Maunya digeber (lari,red). Tapi lihat celurit dan ke arah tangan, ya stir langsung dilepas. Sepeda motor dikasihkan. Pelaku kabur ke utara lalu ke barat. Sampai di lokasi, pelaku sudah kabur,” pungkas Purwono. (rgl/wa)

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#begal siswa smpn 2 mojosongo #siswa smpn 2 mojosongo dibegal #begal boyolali #siswa smp dibegal