Pantauan Radarsolo.com di lokasi, tim K9 Polres Boyolali tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Seekor anjing K9 warna hitam langsung digiring menuju tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengambil darah korban denga tisu, kemudian dienduskan pada anjing K9 tersebut. Selesai mengendus, anjing tersebut langsung berjalan ke arah barat, keluar lingkungan rumah.
Anjing pelacak sempat mengitari kandang ternak tetangga di seberang depan rumah korban. Kemudian keluar ke jalan dan mengarah ke selatan. Penerjunan anjing pelacak dilakukan sampai pukul 11.45. Saat ini, polisi masih memburu keberadaan pelaku.
"Ya, kita masih olah TKP (tempat kejadian perkara). Memang membenarkan ada penemuan satu mayat. Identitasnya J, perempuan. Ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Ya, ada sebagian (luka) di kepala. Masih kita dalami, pembunuhan yang jelas," terang Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Donna Briadi.
Adapun jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk proses otopsi. Ditanya apakah ada barang berharga yang hilang, Donna menegaskan masih perlu penyelidikan lebih lanjut.
"Belum (dugaan perampokan,Red). Itu masih kita dalami," katanya.
Sementara itu, adik bontot korban asal Semarang, Partini dan keluarga tiba di rumah duka di Dusun Sidosari, Desa Gubug, Cepogo, sekira pukul 09.30. Dia langsung berteriak histeris dan berseru ingin melihat sang kakak.
"Ndi mbakyuku, ndi mbakyuku, aku pengen ketemu mbakyuku (di mana kakak perempuanku? Aku ingin bertemu dia,Red)," ucap dia sambil menangis.
Dia mengamini mendapat kabar dari ponakannya sekitar pukul 07.00. Dia bersama suami dan keluarga langsung menuju rumah sang kakak.
"Dikabari sudah jam 07.00, makanya ini anak-anak mau sekolah tak ajak langsung ke sini. Saya terakhir ketemu Mbak itu 5 Maret lalu, sehat dan ceria. Masih bangun lagi jualan bubur tumpang. Tapi memang jarang kontakan karena Mbak HP-nya jadul," katanya. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria