Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, korban ditemukan kali pertama oleh Suyati, kakak ipar korban. Saat itu, Suyati akan membeli gula pasir sekira pukul 06.30. Namun, dia mendapati korban dalam kondisi tengkurap dan bersimbah darah. Korban mengenakan daster batik. Sedangkan darah sudah menggenang di bawah tubuh korban hingga dekat pintu belakang.
Korban memang hidup sebatang kara. Korban merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Karena anak lelakinya bekerja dan menetap di Jakarta. Tim Inafis Polres Boyolali dan Polsek Cepogo langsung mendatangi lokasi. Garis polisi dipasang dari rumah depan hingga belakang warung bubur korban. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polres Boyolali menerjukan anjing K9 untuk melacak pelaku. Satu anjing pelacak diterjunkan untuk mengendus keberadaan pelaku. Pantauan di lokasi, tim K9 Polres Boyolali tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Seekor anjing K9 warna hitam langsung digiring menuji tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengambil darah korban denga tisu, kemudian dienduskan pada anjing K9 tersebut. Selesai mengendus, anjing tersebut langsung berjalan ke arah barat, keluar lingkungan rumah.
Anjing pelacak sempat mengitari kandang ternak tetangga di seberang depan rumah korban. Kemudian ke luar ke jalan dan mengarah ke selatan. Penerjuan anjing pelacak dilakukan sampai pukul 11.45. Saat ini, polisi masih memburu keberadaan pelaku. Sedangkan sejumlah barang bukti sudah dikantongi polisi.
Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Donna Briadi menjelaskan, korban ditemukan pada Kamis (6/4/2023) pagi. Korban ditemukan oleh tetangga sekira pukul 06.30. Korban diketahui tinggal sendirian di rumah tersebut. Dia membenarkan ada beberapa luka dibagian tubuh korban.
"Identitasnya J (Jumiyem) perempuan. Ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Sebagian (luka) di kepala. Penyebabnya masih kami dalami. Yang jelas ini pembunuhan," terangnya.
Polisi telah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSU Dr Moewardi Solo untuk proses autopsi. Sedangkan ditanya apakah ada barang berharga yang hilang, Donna menegaskan masih perlu penyelidikan lebih lanjut.
"Belum (dugaan perampokan, Red). Itu masih kami dalami. Ada sejumlah barang bukti yang disita dari TKP," ungkap Donna enggan menyebut BB yang diamankan.
Adik bungsu korban asal Semarang, Partini, berharap pelaku segera tertangkap. Dia mengaku langsung mendatangi rumah kakak nomor tiga tersebut setelah dikabari keponakan sekira pukul 07.00. Dia dan keluarganya tiba di lokasi sekitar pukul 09.30. Begitu turun dari mobil, Partini langsung menangis histeris dan menanyakan kondisi kakaknya. Baru setelah ditenangkan oleh keluarga dan warga setempat, emosi Partini mulai tenang.
"Semoga lekas ketemu (tertangkap, Red) pelakunya," harapnya saat ditemui di lokasi. (rgl/bun/dam) Editor : Damianus Bram