Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan, pihaknya masih memburu pelaku pembunuhan Jumiyem. Proses penyelidikan masih berlanjut. Otopsi pada mayat korban sudah dilakukan. Hasil sementara menunjukan bahwa korban meninggal dunia karena dihantam benda tumpul. Korban mengalami luka di kepala, tepatnya di pelipis yang mengakibatkan keluarnya darah.
"Saat ini tim masih bekerja, masih mencari siapa pelakunya. Hasil otopsi diduga adanya pukulan benda tumpul. Namun, berdasarkan analisa kita, ditemukan adanya benda-benda (tabung gas,Red) yang di sekitar korban, kemungkinan, kemungkinan ya dengan menggunakan itu (tabung gas,Red)," jelasnya saat dihubungi Radarsolo.com, Jumat (7/3).
Apakah ada barang berharga milik korban yang hilang? Kapolres mengatakan belum bisa memastikan dan butuh penyelidikan lebih lanjut. Kesulitan yang ditemui lantaran korban tinggal sendiri. Sedangkan anaknya tinggal di Jakarta. Sehingga hanya korban sendiri yang mengetahui dan menyimpan barang-barang berharga.
"Yang tahu barang berharga hilang kan hanya korban dan keluarganya. Sedangkan korban hidup menjanda tinggal sendiri. Sementara memang punya anak, anaknya di Jakarta dan ini masih kita hubungi. Masih dalam pendalaman dan penyelidikan siapa pelakunya, kita mohon doa ya supaya bisa kita ungkap cepat," terangnya.
Pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP). Di antaranya baju-baju korban, tabung gas melon, serta barang-barang korban yang dimungkinkan untuk melakukan kekerasan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya saudara ipar yang menemukan korban, Suyati dan suaminya, Gemyo dan ketua RT setempat.
"Kita masih dalami siapa pelakunya, yang pasti proses pendalaman dan penyelidikan masih berjalan," imbuhnya.
Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Donna Briadi menambahkan, hasil otopsi resmi terhadap korban belum keluar. Namun, dari pemeriksaan otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena ada luka di kepala.
"Ada delapan saksi yang sudah kita periksa. Ini masih lidik. Pelakunya masih kita buru, termasuk dugaan ada barang korban yang hilang itu masih kita cari. Karena belum ada yang tahu ada barang apa saja di dalam, masih kita dalami," terangnya.
Sebelumnya, seorang janda lansia asal Dusun Sidosari, Desa Gubug, Cepogo, Jumiyem, 64, ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumahnya pada Kamis (6/4) pagi. Korban diduga dibunuh pada dini hari, saat persiapan memasak. Sebab, korban sehari-harinya memang berjualan bubur dan kebutuhan dapur. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria