Selain itu, Bank Guna Daya juga menjadi penyalur penukaran uang emisi baru senilai Rp 3 miliar.
Direktur Utama Bank Guna Daya Arry Mardiyanto mengatakan, tradisi pembagian sembako akan dipertahankan. Karena menjadi bagian untuk berbagi dengan sesama.
“Pembagian paket sembako ini menyasar masyarakat yang membutuhkan. Termasuk yang ada di lingkungan tempat tinggal karyawan. Agar tepat sasaran, distribusi bantuan dilakukan dengan sistem kupon,” bebernya kepada radarboyolali.com, Selasa (11/4/2023).
Paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, mi instan dan lainnya. Total ada 750 paket sembako senilai Rp 68.025.000. Distribusi sebanyak 306 paket dilakukan di kantor pusat. Sisanya disebar di kantor kas Ampel, Ngemplak, Simo, Andong, Sawit, Banyudono, Nusukan, Pasar Legi, Serengan, Jebres, kantor cabang Solo dan Salatiga.
"Tahun lalu kami membagikan 680 paket sembako. Sekarang naik menjadi 750 paket. Tahun depan diharapkan bisa sampai 1.000 paket,” katanya.
Tri Kusumahadi, penerima bantuan sembako warga Desa Jatisalam, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali mengapresiasi kegiatan tersebut. “Alhamdulillah bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Senang bisa dapat beras, minyak goreng, gula, dan lainnya," ungkap dia.
Selain itu, Bank Guna Daya juga menyediakan Rp 4 miliar untuk penukaran uang baru. "Antusias masyarakat tinggi," tutur Arry. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono