Korban SNT mengalami luka serius di bagian perut dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pandan Arang (RSPA) Boyolali.
Kapolsek Musuk Iptu Iwan Kristiana membenarkan SNT menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan oleh suaminya sendiri.
"Korban mengalami luka di bagian perut," terangnya, Kamis (13/4) pagi.
Dia menjelaskan korban dan terduga pelaku, TJ adalah suami istri. Peristiwa terjadi pada Rabu sekira pukul 20.30. Saat itu, korban dan pelaku mengalami cekcok cukup hebat. Hingga akhirnya terjadi penganiayaan berat. Kejadian tersebut terjadi di kamar tidur, lantaran rumahnya masih dalam renovasi.
"Pelaku melakukan penusukan atau perobekan di bagian perut korban," jelasnya.
Alat yang digunakan diduga pisau dapur. Hal tersebut membuat korban mengalami robek bagian perut hingga ususnya terburai keluar dan bersimbah darah. Setelah itu, pelaku yang masih mengenakan pakaian dengan bercak darah korban langsung menyerangkan diri ke Polsek Musuk. Begitu mendapat laporan, anggota langsung mengecek ke TKP.
"Kami temukan korban masih di kamar itu dalam kondisi masih hidup. Kami datang bersama pihak puskesmas dan langsung menolong korban lalu dibawa ke RSPA. Saat ini korban sedang dirawat di RSUD Pandan Arang, kemudian untuk pelaku sudah diamankan di Polres Boyolali," katanya.
Korban yang terluka parah langsung mendapatkan tindakan medis dan telah menjalani operasi. Sedangkan tim Inafis Polres Boyolali langsung datang ke TKP. Rumah yang menjadi lokasi kejadian dipasang garis polisi.
Sementara itu, motif penganiyaan masih dalam penyelidikan. Namun, dari keterangan pelaku, diduga karena cemburu.
"Kami dari Polsek bersama kecamatan, koramil dan desa menetralisir warga agar tidak terjadi hal-hal yang tak kita inginkan. Untuk antisipasi. Saat ini masih penyelidikan," terangnya. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria