Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Ipda Bambang Nova mewakili Kasatlantas Polres Boyolali, AKP M. Herdi Pratama membenarkan hal tersebut. Kejadian bermula saat bus trayek PO Rajawali jenis Hino dengan nomor polisi AD 1702 QA melaju di jalan lingkar utara. Yakni, dari arah Semarang menuju Solo. Bus tersebut membawa sembilan penumpang dan hendak menuju Solo.
Nahasnya, sesampainya di lokasi sekira pukul 19.50, tierod bus sebelah kiri patah. Sehingga bus menjadi oleng ke kiri dan pengemudi tidak bisa mengendalikan laju bus. Akhirnya, bus terguling ke sisi kiri dan sebagian masuk ke ladang warga sedalam setengah meter. Kondisi tempat kejadian perkara (TKP) memang menurun.
"Karena tierod itu kan yang menggerakkan dari belok ke kiri atau kekanan, yang menghubungkan ke kiri atau ke kanan. Ketika patah, jadi oleng dan terguling ke sebelah kiri. Alhamdulillah untuk korban nihil. Semua sudah rawat jalan. Yang dibawa ke RS Hidayah hanya satu penumpang. Gak ada yang lain. Yang lain itu pada di pinggir semua, dipinggir jalan itu dari PMI sudah merapat," terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (21/5/2023).
Korban luka ringan atas nama Lailafi Ramadhani,18, asal Surakata. Awalnya korban mengeluhkan pegal-pegal dipunggung belakang. Kemudian di rujuk ke RS untuk menjalani observasi. Karena kondisi cukup baik, korban lantas meminta untuk pulang dan menjalani rawat jalan.
"Sedangkan identitas sopir belum diketahui, karena identitas masih di dalam bus. Saat ini kami tengah upayakan untuk evakuasi dengan mobil derek karena agak besar (Busnya,red). Kondisi tidak mengganggu lalu lintas (Lalin). Arus tetap lancar," kata dia.(rgl/dam) Editor : Damianus Bram