Mereka mendapat bantuan gerobak lengkap dengan peralatan memasak berupa wajan, kompor, serta bahan baku berupa ayam, tepung, dan sebagainya. Termasuk pelatihan dan pendampingan.
Program unggulan Baznas ini memiliki harapan keberhasilan 75 persen dan sudah tersebar 1.288 gerai di enam provinsi. Meliputi Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, dan Medan.
Deputi II Baznas RI Imdadun Rahmat mengatakan, program bantuan ZChicken sudah bergulir sejak 2019 silam. "Setelah kami evaluasi, angka keberhasilannya 75 persen. Artinya sebagai sarana pemberdayaan ekonomi relatif efektif. ZChicken ini termasuk dari delapan program unggulan yang kami gulirkan secara nasional," terangnya.
Bupati Boyolali M. Said Hidayat sangat mengapresiasi bantuan dari Baznas karena mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dia juga mengusulkan inovasi bantuan lain, di antaranya Sco HZ alias susu sapi hasil zakat.
"Kami mengapreasiasi Baznas RI, Baznas Provinsi Jateng dan Baznas Boyolali. Dalam pengelolaan zakat di Boyolali Alhamdulillah terus meningkat. Ini harus kita syukuri," terangnya.
Baznas Boyolali, kata bupati, mendapat predikat penilaian grade A karena pendistribusian, pengelolaan, serta pelaporan zakat memuaskan.
Salah satu pengelolaan zakat diwujudkan dalam bantuan ZChicken. "Tak hanya gerobak, tapi sekaligus bahan-bahannya. Pelatihan dan pendampingan. Saat saya wabup dulu, pengelolaannya (zakat) Rp 1,1 miliar. Alhamdulillah perjalanan waktu kini sudah terkelola sampai Rp 8,5 miliar. Artinya peningkatan baik," ungkap Said. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono