"Yang tertunda ada delapan jemaah . Rincianya, tujuh jemaah mengalami demensia akut dan tampa pendamping (keluarga, red). Kemudian satu CJH karena memiliki penyakit DM," jelas Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi, Rabu (31/5).
Apakah kualitas kesehatan jemaah haji tidak dicek sebelum menuju embarkasi? Gentur mengatakan, sesuai standard operational procedure (SOP) penyelenggaraan haji, pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan sejak di daerah. Kemudian akan dipilih CJH yang layak diberangkatkan dan masuk Embarkasi Solo. Setelah tiba di embarkasi, PPIHH tidak serta -merta langsung mengikuti hasil pemeriksaan di daerah.
"Tetap dilakukan cek kesehatan lagi dan disinkronkan data daerah dengan yang siap terbang. Jika cocok dan kondisi bai,k maka bisa lanjut terbang. Kalau memang perlu ada tindakan lagi di sini (Embarkasi Solo), ya nanti disesuaikan," jelasnya.
Gentur menjelaskan, hingga Rabu pagi, ada enam jemaah haji menjalani perawatan medis. Mereka tersebar di RS TNI AU dan observasi di Asrama Haji Donohudan (AHD) Ngemplak. "Biasanya jemaah (yang dirawat,red) mengalami tensi tinggi, kelelahan. Ada yang memang memiliki catatan khusus, seperti diabetes melitus , sehingga harus menjalani observasi," kata dia. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono