Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Demensia dan Diabetes Melitus Hantui Jemaah Haji, 8 Orang Terpaksa Dipulangkan

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 1 Juni 2023 | 03:01 WIB
Penerimaan calon jamaah haji di Embarkas Solo belum lama ini. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Penerimaan calon jamaah haji di Embarkas Solo belum lama ini. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARBOYOLALI.COM-Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo kembali memulangkan empat jemaah haji ke daerah asal. Artinya, total delapan jemaah haji yang harus mengalami tunda haji. Penyebabnya didominasi demensia (penurunan daya ingat) akut dan diabetes melitus (DM). Ditambah lagi, ada enam CJH yang menjalani perawatan di RS dan observasi. Juga dikarenakan kelelahan hingga DM.

"Yang tertunda ada delapan jemaah . Rincianya, tujuh jemaah mengalami demensia akut dan tampa pendamping (keluarga, red). Kemudian satu CJH karena memiliki penyakit DM," jelas Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi, Rabu (31/5).

Apakah kualitas kesehatan jemaah haji tidak dicek sebelum menuju embarkasi? Gentur mengatakan, sesuai standard operational procedure (SOP) penyelenggaraan haji, pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan sejak di daerah. Kemudian akan dipilih CJH yang layak diberangkatkan dan masuk Embarkasi Solo. Setelah tiba di embarkasi, PPIHH tidak serta -merta langsung mengikuti hasil pemeriksaan di daerah.

"Tetap dilakukan cek kesehatan lagi dan disinkronkan data daerah dengan yang siap terbang. Jika cocok dan kondisi bai,k maka bisa lanjut terbang. Kalau memang perlu ada tindakan lagi di sini (Embarkasi Solo), ya nanti disesuaikan," jelasnya.

Gentur menjelaskan, hingga Rabu pagi, ada enam jemaah haji menjalani perawatan medis. Mereka tersebar di  RS TNI AU dan  observasi di Asrama Haji Donohudan (AHD) Ngemplak. "Biasanya jemaah (yang dirawat,red) mengalami tensi tinggi, kelelahan. Ada yang memang memiliki catatan khusus, seperti diabetes melitus , sehingga harus menjalani observasi," kata dia. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono
#haji #Diabetes Melitus #demensia jemaah haji #jemaah haji #Embarkasi Solo