Seno mengatakan, hanya ada dua kemungkinan untuk kemenanganan Ganjar. Menang atau menang hatrik. Dia bahkan berani pastikan perolehan suara Ganjar bisa lebih dari 80 persen.
Hal itu bukanlah sekadang sesumbar. Sebab, kata Seno, PDIP Boyolali sudah siapkan berbagai strategi untuk pemenangan bacapres yang kini menjabat gubernur Jateng itu. Termasuk strategi menggandeng generasi milenial dan gen Z. Selain itu, lanjut Seno, PDIP sudah memiliki pengalaman dua kali memenangkan Presiden Jokowi.
"Kita itu pernah punya pengalaman menang dua periode di zaman Pak Jokowi, ya kan. Tahun 2014 kita memang, 2019 kita menang pilpres. Makanya targetnya adalah menang hatrik, itu artinya di 2024 itu kita menang. Modal menang dua kali itu sudah memberikan warna, bahwa kita itu terdepan. Kita lebih cermat memilih cara-cara pemenangan, termasuk meraup dukungan suara dari milenial dan gen Z. Boyolali rasah dirembuk, pasti mutlak'e lah," kata Seno di sela-sela kosolidasi partai yang dihadiri capres PDIP Ganjar Pranwo, Kamis (1/6).
Ketua DPC PDIP Boyolali Susetya Dwi Hartanta mengungkapkan, konsolidasi internal struktural dalam rangka pemenangan Ganjar diikuti lebih dari 75 persen kader partai di Kota Susu. Pihaknya siap mendukung dan tegak lurus dengan keputusan partai. Sebab, orang nomor satu di Jateng tersebut telah diberi amanah untuk maju sebagai bakal capres 2024. (rgl/ria) Editor : Syahaamah Fikria