Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Banyak Hadapi Tantangan, Jemaah Haji Dapat "Hadiah" Tambahan Air Zamzam dari Menag

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 5 Juli 2023 | 01:33 WIB
Persiapan penyambutan jemaah haji kloter perdana di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Donohudan, Selasa (4/7/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Persiapan penyambutan jemaah haji kloter perdana di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Donohudan, Selasa (4/7/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARBOYOLALI.COM- Prosesi ibadah haji di Tanah Suci pada tahun ini cukup banyak menemui tantangan. Tapi Alhamdulillah, semuanya dapat terselesaikan dengan baik. Sebagai “hadiah”, Menag Yaqut Cholil menambah kuota jatah air zamzam jemaah haji sebanyak lima liter.

Kepala Kantor Kemenag Jawa Tengah Musta’in Ahmad mengamini banyak tantangan yang dihadapi jemaah haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna).

Terkait persoalan di Muzdalifah dan Mina selama pelaksanaan wukuf mabit, Musta’in yang juga ketua PPIH Debarkasi Solo menuturkan, hal tersebut menjadi wewenang Arab Saudi. Di antaranya, terkait penyiapan armada bus, tenda, air minum, serta konsumsi.

Penyediaan armada pengangkutan dari Makkah ke Arafah ke Muzdalifah lalu ke Mina hingga kembali ke Makkah menjadi kewenangan Arab Saudi.

Pemerintah RI telah melakukan investigasi terkait dugaan ketersediaan bus yang tidak sesuai ketentuan yang disepakati. Sehingga, jika perusahaan yang ditunjuk Arab Saudi kedapatan melakukan pelanggaran, tentu akan dikenakan sanksi. Apalagi, Menag telah melakukan proses keras.

"Pelayanan tersebut berbeda ketika di luar sebelum wukuf atau setelah wukuf. Kalau sebelum wukuf, hotel, kita yang nyewa, kita yang menentukan. Kita mau pakai mana, SOC (Embarkasi Solo) mau ditempatkan di mana, kita yang mengatur. Lalu bagaimana konsumsinya, kita yang mengatur. Bagaimana bus untuk mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan kembalinya ke hotel, bus Makkah-Madinah, kita yang ngatur," urai Musta’in.

Permasalahan tersebut telah dibahas antara Menag dengan Pemerintah Arab Saudi serta negara-negara pengirim jamaah lainnya. Bahwa akan dibuat skenario ibadah haji menjadi lebih baik pada tahun depan.

Menag, kata Musta’in, juga mengapresiasi para jemaah haji dengan memberikan tambahan air zamzam sebanyak lima liter. Hal tersebut menyusul adanya ketidaknyamanan selama pelaksanaan haji. Utamanya di Arafah -Muzdalifah dan Mina. Sehingga jemaah haji menerima 10 liter air zamzam.

Hanya saja, kebijakan tersebut baru diberlakukan Senin (10/7/2023), sehingga dimungkinkan baru kloter tengah yang menerima tambahan air zamzam. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jemaah haji #haji 2023 #tambahan air zamzam