Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ratusan Warga Jatisari Blokade Lokasi Galian C

Ragil Listiyo • Senin, 10 Juli 2023 | 18:22 WIB
Aksi demo warga Desa Jatisari yang menuntut pemberhentian kegiatan galian C desa setempat, Senin (10/7/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Aksi demo warga Desa Jatisari yang menuntut pemberhentian kegiatan galian C desa setempat, Senin (10/7/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

RADARBOYOLALI.COM - Ratusan warga Desa Jatisari, Sambi, Boyolali menggelar aksi demo di galian C desa setempat. Sudah setahunan ini, sekitar puluhan hektar lahan dikeruk dengan kedalaman kerukan bervariasi hingga belasan meter. Warga terpaksa menjual dengan harga bervariasi mulai Rp 10 - Rp 15 ribu/meter tanpa hitungan kubik.

Aksi massa ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB. Ratusan warga berkumpul di Balai Desa Jatisari. Tua, muda, laki-laki maupun perempuan hingga anak-anak ikut dalam aksi tersebut. Mereka berjalan kaki melewati jalan usaha tani sejauh 1 kilometer. Mengular melewati pemantang sawah.

Dalam hamparan lahan kerukan dengan 10 lebih bego menyebar. Aktivitas penambangan pagi itu berjalanan seperti biasa. Warga yang membawa spanduk protes langsung menghampiri operasional bego.

"Mudun kowe! Mudun kowe (Turu kamu!)," teriak warga meminta sopir bego turun.

Warga terus turun ke bawah. Menuju bego -bego lain yang tampak kerdil di lautan tanah padas tersebut. Dalam tebing-tebing setinggi 15 meter bekas kerukan memanjang, warga membentangkan spanduk protes, sesekali memaki para pekerja dampak dari ativitas tambang.

Dalam aksi tersebut terlihat beberapa spanduk bertuliskan, "Hentikan aktivitas tambang ilegal di Jatisari #antisengkuni; stop galian C; mari bersatu stop galian C; Calon e seneng wargane senep dan lain sebagainya.

Warga lantas memblokir sepanjang jalan menuju pintu masuk ritase dump. Warga meletakan potongan pohon-pohon secara melintang. Batu-batu besar didiserakan di tengah jalan. Warga menuju batas desa yang dipisahkan dengan aliaran sungai. Tampak dua jembatan buatan dari pengusaha galian C. Puluhan warga langsung membongkar lapisan besi pada jembatan utama. Lalu membuat api unggun di tengah-tengah jalan. Memblokade akses masuk.

Aksi demo galian c di Jatisari, Boyolali diwarnai pembongkaran jembatan buatan di kawasan tambang tersebut, Senin (10/7/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Aksi demo galian c di Jatisari, Boyolali diwarnai pembongkaran jembatan buatan di kawasan tambang tersebut, Senin (10/7/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Seluruh kendaraan berat dan tiga dump truk terjebak di dalam. Warga terus menuntut, meminta bego dioprasikan untuk membongkar jembatan buat itu. Tak berselang lama, jembatan akses ritase dump sudah tak berbentuk. Hal tersebut disambut sorakan warga. Sesekali mereka menantang sang pemilik usaha galian C untuk menemui warga.

"Lahannya ini sudah lahan warga semua. Katanya dulu (lahan) dibeli, tapi tidak lewat pemdes. Jadi ini ilegal (aktivitas penambangan,red). Ini sudah jalan hampir satu tahun," ujar warga Jatisari Jaiz Puji Raharjo.

Ada empat dusun yang menjadi lokasi penambangan. Yakni, Dusun Sidorejo Bonbaru, Watulincak, Jetakan, Jatisati desa setempat. Awalnya, areal tersebut merupakan tegalan dengan tanaman jati. Kemudian berbatasan dengan lahan persawahan. Kini, aktivitas tambang membuat hak-hak warga hilang. Seperti jalan desa, jalan usaha tani hingga saluran irigasi teknis.

"Kedalaman yang pasti (Membuat) ambrol pasti. Terus saluran irigasi hilang. Semua itu kan terdampak semua. Akhirnya warga mengeluhkan galian C ini. Langsung bilang ke Pak Lurah intinya semua terdampak," jelasnya. (rgl/dam)

Editor : Damianus Bram