RADARBOYOLALI.COM– Pascademo tambang galian C di Desa Jatisari, Kecamatan Sambi, gejolak warga mulai kondusif. Aktivitas tambang juga tidak terlihat dan lengang.
Pihak pemerintah kecamatan dan pemerintah desa (pemdes) siap mengawal hasil mediasi. Yakni, menghentikan aktivitas tambang dan reklamasi lahan selama lima bulan ke depan.
Kades Jatisari Jiyono mengatakan, lokasi penambangan hanya berjarak beberapa meter dari balai desa. Hanya saja, pasca aksi demo hingga mediasi, tidak ada lagi aktivitas penambangan.
Sesuai dengan hasil mediasi, aktivitas penambangan harus dihentikan. Selain itu harus dilakukan reklamasi lahan.
”Saya belum lihat (cek lokasi tambang, Red), tapi suara mesinnya belum ada. Dari balai desa itu hanya beberapa meter, tapi kalau ada suara mesin itu kedengeran. Cuman ini sepertinya belum ada,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (11/7/2023).
Sedangkan aktivitas masyarakat mulai berjalan normal. Jiyono menyebut, pasca ada kesepakatan sesuai dengan keinginan warga, kondisi desa berangsur tenang.
Masyarakat juga beraktivitas seperti biasa. Ada yang berladang maupun bekerja. Apalagi, sesuai arahan Polsek setempat agar aksi protes warga tidak anarkistis. Ditambah lagi, warga juga patuh dan tidak bertindak sesuka hati.
”Alhamdulillah kondusif, ya sekarang mengerjakan aktivitas masing-masing. Nggak ada apa-apa. Semalam yang bergerombol ya biasa, pascademo hanya cerita-cerita begitu saja kok. Semalam saya keluar jam 23.00, untuk jalan utama juga nggak ada orang berkerumun, aktivitas RT kumpulan, yasinan, berjalan seperti biasa,” katanya.
Terkait tuntutan warga untuk reklamasi lahan, kades mengaku siap mengawal. ”Insya Allah kami kawal. Ya, itukan permintaan warga,,” imbuhnya.
Dirut CV Indah Kontruksi sebagai penggarap galian C di Desa Jatisari, Bambang Satriawan mengungkapkan, pihaknya bersedia memenuhi 11 tuntutan warga.
Dia siap menyelesaikan dan mengaku cukup untuk membenahi dalam tenggat waktu lima bulan. Proses reklamasi akan dimulai Selasa mendatang. Kemudian, ditanya terkait proyek jalan tol, Bambang menegaskan tidak masalah. Mengingat kebutuhan untuk PSN tinggal sedikit.
”Makanya aspirasi yang diminta ini, tanpa perlu diminta kita selesaikan, wong itu jadi kewajiban kita kok. Jadi saya tidak merasa nggak enak sama masyarakat, justru ini tahapannya kita sudah nyicil, sudah mulai. Tinggal mengembalikan fungsi air, fungsi irigasi,” akunya. (rgl/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono