Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jamaah Haji Asal Pekalongan Meninggal di Poliklinik Asrama Haji Donohudan, Tak Pernah Keluhkan Sakit

Ragil Listiyo • Selasa, 18 Juli 2023 | 21:45 WIB
Jamaah haji asal Pekalongan, Muniroh Khusnaini Shuyuti, 60, yang meninggal dunia di Poliklinik Asrama Haji Donohudan (AHD) Debarkasi Solo.
Jamaah haji asal Pekalongan, Muniroh Khusnaini Shuyuti, 60, yang meninggal dunia di Poliklinik Asrama Haji Donohudan (AHD) Debarkasi Solo.


RADARSOLO.COM - Kabar duka datang kelompok terbang (kloter) 40 SOC yang baru mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Selasa (17/7) pukul 09.39. Jamaah haji asal Pekalongan, Muniroh Khusnaini Shuyuti, 60, meninggal dunia di Poliklinik Asrama Haji Donohudan (AHD) Debarkasi Solo.

Selama di Tanah Suci, diketahui almarhumah tidak pernah mengeluhkan sakit dan dinyatakan sehat. Namun, saat turun dari pesawat dan berjalan kaki menuju bus, jamaah tersebut pingsan.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah pulang ke Rahamatullah, almarhumah Muniroh Khusnaini Shuyuti usia 60 tahun, kloter 40 dari Kabupaten Pekalongan. Dinyatakan meninggal oleh dokter pada pukul 10.35," terang Kasi Humas PPIH Debarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi.

Dia menjelaskan selama dalam perjalanan ibadah haji, jamah tersebut dinyatakan sehat dan tidak ada kendala apapun. Hal tersebut sesuai dengan hasil laporan petugas kesehatan kloter.

Saat sampai masa pemulangan, sempat dilakukan visitasi kesehatan. Jamaah tersebut dinyatakan baik dan layak terbang.

Hanya saja, saat tiba di Bandara Adi Soemarmo pukul 09.39, jamaah tersebut sempat berjalan kaki menuju bus kloter.

"Hanya saat sampai di bus, beliau merasakan mual dan muntah terus pingsan. Saat itu, tim dari kesehatan langsung melakukan tindakan dibawa dengan ambulans ke Asrama Haji Donohudan untuk dilakukan tindakan medis. Sampai di sini dilakukan sejumlah tindakan medis, karena jantung, sampai kira-kira 30 menit, terkahir dicek dengan EKG pada pukul 10.35 dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Almarhumah berangkat haji bersama suami. Prosesi serah terima dengan PHD telah dilakukan. Jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka. Selama masa operasional, jamaah yang wafat tetap mendapatkan asuransi haji. Besarannya sesuai Biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH). Yakni, Rp 49.800.000. Dan, jika wafat di pesawat mendapatkan ekstra cover Garuda Rp 125 juta.

Ketua Kloter 40 asal Pekalongan Kindro Dwi Raharjo mengatakan, sebenarnya ada empat jamaah haji titipan yang bergabung dengan kloternya. Yakni, dari Kendal, Kulonprogo, Blora dan Jepara.

Begitu tiba di Bandara Adi Soemarmo, ketiga jamaah titipan tersebut memang langsung dievakuasi menggunakan ambulans. Meski demikian, para jamaah tersebut telah diterima oleh petugas haji daerah (PHD) asal masing-masing.

Dia membenarkan, satu jamaah haji atas nama Muniroh, 60, asal Pekalongan dari kloter 40 dinyatakan meninggal dunia. Jamaah tersebut meninggal pada saat di poliklinik Asrama Haji Donohudan.

Jamaah yang betsangkutan diturunkan dari pesawat menggunakan kursi roda. Hanya saja, saat tersebut hendak naik bus, Muniroh justru pingsan. Sehingga harus dievakuasi dengan ambulans dan dibawa ke poliklinik Debarkasi Solo.

"Jamaah yang wafat atas nama ibu Muniroh, 60, beliau berangkat bersama dengan suaminya. Yang meninggal ini, hasil rekam medis dari dokter pada saat kita membersamai di Madinah-Mekkah tidak ada riwayat atau diagnosa penyakit yang parah. Bahkan beliau juga tidak pernah mengeluh untuk meminta obat ataupun mengeluh dada sakit," jelasnya. (rgl/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#jamaah haji #jamaah haji meninggal #debarkasi solo #asrama haji donohudan