Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dampak Kemarau, sebagian Warga Musuk Mulai Beli Air Bersih, Kecamatan Kemusu Minta Bantuan BPBD Boyolali

Ragil Listiyo • Selasa, 25 Juli 2023 | 04:22 WIB
Foto ilustrasi dropping air bersih di daerah terdampak kekeringan. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Foto ilustrasi dropping air bersih di daerah terdampak kekeringan. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

RADARBOYOLALI.COM-Dampak kemarau mulai menjamah masyarakat Boyolali utara. Cadangan sumber air mulai menipis.

Permintaan bantuan air bersih datang dari Kecamatan Kemusu. Sedangkan di daerah lereng Merapi, warga setempat mulai membeli air bersih sejak pertengahan Juni lalu.

Sartono, warga Dusun Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali membeli air untuk mengisi tandon air berukuran 8 ribu liter.

"Harganya Rp 140 ribu per tangki ukuran 8 ribu liter. Sudah diantar ke rumah. Bisa dipakai dua keluarga selama 16-20 hari,” ujarnya, Senin (24/7/2023).

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Suparman mengatakan, pihaknya telah menyalurkan delapan tangki air bersih, dan akan berlanjut pada Selasa (25/7) sebanyak empat tangki.

Permintaan air bersih baru datang dari Kecamatan Kemusu. “Untuk Wonosamodro, sebagian besar sudah teratasi dengan adanya air sumur bor. Walaupun hanya cukup satu-dua RT," ucapnya.

BPBD menganggarkan Rp 650 ribu untuk dropping satu tangki air bersih. Yakni untuk biaya transportasi dan akomodasi.

BPBD juga mengakomodasi pendistribusian bantuan air bersih dari instansi lain agar tidak terjadi tumpang tindih pemberian bantuan.

Tahun ini, BPBD menyiapkan sebanyak 180 tangki air bersih untuk didistribusikan kepada wilayah terdampak kemarau. (rgl/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BPBD Boyolali #kemusu #kemarau #kekeringan #musuk