Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan, BTNGMb Larang Keras Pendaki Membuat Api Unggun

Ragil Listiyo • Kamis, 27 Juli 2023 | 04:51 WIB
Pendaki beraktivitas di kawasan Gunung Merbabu. Jumlah pendaki, di antaranya di jalur Selo dibatasi maksimal 500 orang guna menjaga kelestarian ekosistem. (DOK.BTNGMB)
Pendaki beraktivitas di kawasan Gunung Merbabu. Jumlah pendaki, di antaranya di jalur Selo dibatasi maksimal 500 orang guna menjaga kelestarian ekosistem. (DOK.BTNGMB)

 

RADARBOYOLALI.COM- Kondisi vegetasi hutan Gunung Merbabu mulai menguning dan mengering seiring musim kemarau. Sebab itu, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) melarang keras pendaki membuat api unggun guna mencegah kebakaran hutan.

Itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BTNGMb Nurpana Sulaksono. "Setiap ada pendaki, kami larang membuat api unggun," tegasnya, Rabu (26/7/2023). 

Selain itu, BTNGMb masih menerapkan pembatasan kuota pendakian. Hal tersebut menjadi upaya mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Di jalur Selo, kuota pendakian maksimal 536 orang per hari.

Sebelum ada pembatasan, jumlah pendaki di jalur Selo mencapai 2-3 ribu orang. "Jadi ini (pembatasan pendaki) untuk konservasi ekosistem dan vegetasi Merbabu," imbuhnya. 

Selama ini, kebakaran hutan dan lahan di Merbabu tidak diketahui pelakunya. Karena itu, BTNGMb mengajak masyarakat dan pendaki aktif mencegah kejadian tersebut. Mengingat pada periode 2018-2019, hutan dan lahan yang terbakar mencapai 600 hektare. 

Ditambahkan Nurpana, indikator rusaknya ekosistem bisa dilihat dari satwa habitat asli Merbabu, yakni rekrekan yang pada periode 2020-2021, petugas BTNGMb tidak mendapati primata tersebut.

Beruntung, pada 2022, rekrekan mulai kembali ke habitat awal saat vegetasi asli tumbuh lebat. Rekonsiliasi Merbabu untuk memulihkan vegetasinya cukup cepat. Hanya berkisar tiga tahun. 

"Kerusakan (lahan dan hutan terjadi) 2019. Lalu dalam 2020, 2021, 2022 sudah mulai pulih," pungkas Nurpana. (rgl/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#gunung merbabu #BTNGMb #vegetasi #pendaki