RADARBOYOLALI.COM-Semarak menyambut HUT RI di Kabupaten Boyolali tak pernah surut. Di Dusun Manggung, Desa Pager Jurang, Kecamatan Musuk terdapat puluhan ibu-ibu yang ikut membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa.
Bendera sepanjang 148 meter dengan lebar dua meter itu hasil jahitan para ibu. Sejak awal Juli, mereka membagi waktu. Pagi hingga petang bekerja di pabrik, dan malamnya menjahit bendera sepanjang 148 meter.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, lagu Hari Merdeka menggema di gang Dusun Manggung, Senin (14/8/2023). Ada tiga ibu rumah tangga yang membawa tongkat yang ujungnya diikat bendera Merah Putih.
Di belakangnya, puluhan warga, laki-laki maupun perempuan, lanjut usia maupun dewasa mengirab bendera Merah Putih berukuran raksasa. Bendera itu kemudian di bentangkan di pagar rumah warga. Menghiasi sudut gang dusun.
Tak hanya satu buah. Di gang lainnya, tiga bendera berukuran 17 meter juga dibentangkan. Diikuti bendera sepanjang 8 meter dan 45 meter.
"Kami menjahit (bendera Merah Putih) dari awal Juli. Semuanya kami jahit sendiri. Beli bahan kain merah dan putih, lalu kami jahit di rumah. Ya, gantian kalau lelah. Pokoknya, pagi sampai sore kami bekerja, malamnya menjahit bendera. Kadang sampai jam 23.00- 24.00. Selagi ada waktu, kami manfaatkan untuk menjahit," terang Hariyatun, salah seorang ibu rumah tangga yang ikut menjahit bendera.
Sumardi Krido Harso, tokoh masyarakat setempat mengamini, banyak warganya yang bekerja di pabrik garment, sehingga mereka bisa menjahit.
"Pulang dari pabrik, mereka sempatkan menjahit. Untuk kainnya menghabiskan hampir Rp 10 juta. Tapi luar biasa. Warga guyub rukun menyemarakkan HUT RI," katanya.
Nur Amin, kepala Desa Pager Jurang, Kecamatan Musuk mengungkapkan, tahun ini menjadi momen terbaik memperingati HUT RI pascapandemi. Warga bersama pemerintah desa berkolaborasi.
"Syukur Alhamdulillah, kami bisa ikut memeringati HUT RI," terangnya .
Bendera merah putih sepanjang 148 meter itu dibagi menjadi empat bagian. Sepanjang 17 meter melambangkan tanggal kemerdekaan. Lalu 8 meter melambangkan bulan Agustus, 45 meter mewakili tahun kemerdekaan, sedangkan 78 meter mewakili usia kemerdekaan RI.
"Kami mengajak seluruh elemen mengingat perjuangan para pendahulu meraih kemerdekaan. Kalau tidak merdeka, akan seperti apa bangsa ini," pungkas Nur. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono