Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dampak Kekeringan di Boyolali Meluas, Stok Air Bersih di BPBD Semakin Menipis

Ragil Listiyo • Jumat, 25 Agustus 2023 | 04:00 WIB
Distribusi bantuan air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Kamis (24/8/2023) (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)
Distribusi bantuan air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Kamis (24/8/2023) (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

 

RADARBOYOLALI.COM- Dampak kekeringan di Kabupaten Boyolali terus meluas. Permintaan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali sudah tembus 118 tangki.

Padahal alokasi air bersih pada tahun ini hanya 180 tangki, sehingga stoknya semakin menipis.

Merujuk data BPBD Boyolali, tercatat 11 desa di enam kecamatan yang terdampak bencana kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, membutuhkan tambahan 380 tangki.

“Untuk permintaan air bersih terus berdatangan. Terutama dari 11 desa yang terdampak. Tinggal tersisa 62 tangki,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suparman, Kamis (24/8/2023).

Hingga akhir tahun, stok air bersih di BPBD Boyolali tidak mencukupi. Sebab itu, BPBD Boyolali berkoordinasi dengan dinas terkait.

Terutama untuk bantuan air bersih yang bersumber dari corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah instansi maupun perusahaan di Kota Susu.

BPBD Boyolali merinci, permintaan bantuan air bersih terbanyak dari Kecamatan Tamansari sebanyak 41 tangki atau 225 ribu liter air.

Disusul Kecamatan Wonosamudro mencapai 34 tangki atau 186 ribu liter air. Kemudian Kecamatan Kemusu dengan 22 tangki atau 122 ribu liter air.

“Untuk Kecamatan Wonosegoro sebanyak 17 tangki atau 84 ribu liter. Begitu juga Kecamatan Juwangi dengan permintaan 4 tangki atau 20 ribu liter air. Untuk Kecamatan Musuk juga masuk daerah darurat kekeringan tetapi belum mengajukan permintaan air bersih,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Suratno mengatakan, sebanyak lima kecamatan mengajukan bantuan air bersih. 

“Untuk penyaluran air bersih setiap harinya sebanyak lima hingga enam tangki untuk memenuhi permintaan warga. Kami anggarkan Rp 105 juta. Nanti kami cek lebih lanjut sesuai kondisi yang ada,” pungkasnya. (rgl/ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#stok air bersih #kekeringan #bpbd