Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hampir Setiap Hari Harga Beras di Boyolali Naik Rp 300

Ragil Listiyo • Selasa, 29 Agustus 2023 | 04:33 WIB
Pedagang beras di Pasar Boyolali Kota melayani pembeli, Senin (28/8/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Pedagang beras di Pasar Boyolali Kota melayani pembeli, Senin (28/8/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

 

RADARBOYOLALI.COM- Harga beras di Kabupaten Boyolali naik Rp 1.000 – Rp 2.000 per kilogram (kg). Beras kualitas medium tembus Rp 15 ribu-Rp 18 ribu per kg.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali mengklaim pasokan beras aman. Tapi pedagang justru kulakan dari luar daerah.

Harsi, warga Kecamatan Boyolali Kota menuturkan, dia membeli beras seberat 5 kilogram dengan harga Rp 75 ribu.

"Harga beras mahal. Ini saya beli 5 kilogram seharga Rp 75 ribu. Satu kilogramnya berarti Rp 15 ribu,” ujarnya ditemui di Pasar Boyolali Kota, Senin (28/8/2023).

Dwi Asih, pedagang beras di Pasar Boyolali Kota mengatakan, naiknya harga beras sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. Nyaris hampir setiap hari naik Rp 200–Rp 300 per kg.

“Saya kulakan ke Pasar Legi (Kota Solo). Di selepan sudah mahal. Gabah kering Rp 7.500 per kilogram. Jadi ya, mending ambil ke Pasar Legi. Paling murah beras C4 Rp 12 ribu. Jualnya Rp 12.500 per kilogram," paparnya.

Untuk beras kualitas premium, seperti C4 Super dan mentik wangi, banderolnya bisa lebih dari Rp 14 ribu per kilogram.

Yang termurah, beras dari Bulog yang dibanderol Rp 9 ribu per kg. Tapi jumlahnya terbatas.

“Hanya dapat jatah 5 kuintal. satu minggu nggak cukup. Yang cari banyak. Semoga pasokan ditambah lagi biar harga beras lainnya tidak naik," harap Dwi.

Mahalnya harga beras berimbas pada daya beli masyarakat. Yang awalnya beli 25 kg, kini hanya 10 kg.

"Dulu, seminggu 5 ton bisa habis. Sekarang 1 ton saja sudah ngoyo," katanya.

Terpisah, Kepala Disdagperin Boyolali Darmadi menjelaskan, naiknya harga beras karena kebutuhan masyarakat juga meningkat. Di antaranya musim hajatan.

Upaya pengendalian harga? Darmadi mengatakan akan berkoordinasi dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID). (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#harga beras #bulog #pasar #pedagang