Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Fenomena Kemarau Panjang, Ada 43 Kebakaran Lahan di Boyolali

Ragil Listiyo • Jumat, 8 September 2023 | 18:05 WIB
HANGUS : Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota.
HANGUS : Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota.

RADARBOYOLALI.COM – Kebakaran lahan menjadi perhatian Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali pada puncak musim kemarau tahun ini. Mengingat dari Januari-September terdapat 95 kejadian yang 43 diantaranya objek yang terbakar berupa lahan.

Bahkan pada minggu pertama September sudah terdapat 20 kejadian kebakaran. Rinciannya, 16 kejadian kebakaran lahan dan empat kejadian dengan objek yang terbakar yakni rumah.

“Sejak memasuki September per hari ada sekira empat kejadian kebakaran.. Dari empat kejadian itu, tiga diantaranya karena pembakaran lahan. Mungkin itu efek dari puncak kemarau juga,” ucap Kasi Pembinaan dan Pengembangan Damkar Satpol PP Boyolali, Mochamad Suprihatin, kemarin (7/9).

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Supri itu menjelaskan, kebakaran lahan karena disebabkan oleh human error. Yakni ada warga yang membakar sampah atau lahan tetapi tidak ditunggui. Api kemudian merembet dan membesar.

Dalam penanganan kebakaran lahan itu, damkar mengoptimalkan tiga pos dengan dukungan delapan armada. Satu armada ditempatkan di pos depan Panti Marhen, Sisiwodipuran. Kemudian satu armada berjaga di Klego. Sisanya di pos induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

“Sebenarnya di Kecamatan Wonosegoro juga disediakan pos damkar. Hanya saja jumlah personel terbatas. Yakni ada 57 petugas yang terbagi dalam empat regu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Boyolali, Sunarno menambahkan kebakaran yang terjadi setiap bulannya mengalami peningkatan. Meski di awal tahun mulai dari Januari-Juni terjadi satu hingga delapan peristiwa kebakaran setiap bulannya.

“Kemudian naik siginikan pada Juli dengan 29 kejadian. Sedangkan pada Agustus terdapat 18 kejadian kebakaran. Lalu untuk awal September sudah ada 20 kejadian. Ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sunarno berdasarkan hasil rekap dari Januari-September, untuk objek yang terbakar berupa lahan sebanyak 43 kejadian. Sedangkan untuk objek rumah sebanyak 36 kejadian dan gudang 10 kejadian. Ditambah untuk objek pabrik dua kejadian, mobil satu kejadian, bus dua kejadian dan truk satu kejadian.

Kemudian terkait penyebab kebakaran, Sunarno menjelaskan, masih didominasi karena kelalaian manusia sebanyak 30 kejadian. Kemudian penyebab lainnya karena korsleting pada listrik di rumah maupun kendaraan terdapat 16 kejadian.

“Lalu dikarenakan pembakaran sampah yang kemudian merembet terdapat 10 kejadian. Sedangkan yang belum diketahui penyebabnya ada 12 kejadian. Sementara dikarenakan lain-kain ada 16 kejadian,” tambahnya.

Dirinya pun terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah dengan ditinggal. Tetapi tetap ditunggu sampai api benar-benar padam. Mengingat September memasuki puncak musim kemarau sehingga perlu mewaspadai terpicunya peristiwa kebakaran.(rgl/ren)

Editor : Damianus Bram
#Satpol PP Boyolali #BPBD Boyolali #kebakaran #Damkar Boyolali