RADARBOYOLALI.COM-Lazimnya bertani, lebih sering dilakukan di musim penghujan agar lebih mudah mendapatkan air. Tapi beda cerita di Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.
Ada sepetak lahan di tepi Sungai Braholo, Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali yang dibeli warga senilai Rp 15 juta.
Lahan di tepi Sungai Braholo itu hanya bisa ditanami saat musim kemarau, karena di musim penghujan, air menggenangi lahan.
Untuk menyiram tanaman, Lasiyo memanfaatkan air Sungai Braholo yang masih tersisa.
"Hasil panen bisa menutup kebutuhan sehari- hari," jelasnya.
Atmo, 71, petani lain mengaku memiliki tiga petak lahan di tepi Waduk Gajah Mungkur.
Karena tak mampu menggarap lahan sendirian, dia menyewakan dua petak lahan senilai Rp 1,5 juta per petak.
Satu petak lagi seluas 1.700 meter persegi digarap sendiri.
"Saya tanami jagung. Sebentar lagi panen. Dijual ke pedagang di pasar. Hasilnya lumayan,” terang dia. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono