RADARBOYOLALI.COM-Warga Dusun Kliteh, Desa Jatirejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten memblokade akses proyek saluran air tol Solo-Jogja.
Itu dilakukan guna memastikan pelaksana proyek tol Solo-Jogja segera membangun akses jalan bagi tiga kepala keluarga (KK) yang rumahnya terkepung tol dan proyek saluran air.
Pelaksana proyek jalan tol Solo-Jogja telah menemui pemerintah desa dan warga setempat.
Disepakati, pelaksana proyek akan mengakomodasi akses jalan bagi tiga KK.
Warga Dusun Kliteh, Desa Jatirejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali sempat memblokade akses masuk di timur terowongan tol Solo-Jogja.
Itu agar truk material untuk saluran air tol Solo-Jogja tak bisa masuk. Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pelaksana proyek tol Solo-Jogja segera membuatkan akses jalan tiga KK.
Rabu (13/9/2023) siang, pelaksana proyek menemui pemerintah desa dan warga setempat. Mereka memastikan segera membangunkan akses jalan tiga KK.
Ketua RT 05 RW 01, Dusun Kliteh, Desa Jatirejo Eko Nugroho mengaku telah menerima informasi dari Pemdes Jatirejo bahwa pelaksana proyek telah menemui warganya.
Hasil pertemuan tersebut, pelaksana proyek akan membuatkan akses jalan dalam waktu dekat.
"Apa yang kami minta kemarin (akses jalan) akan direalisasi. Tadi juga diminta itu (spanduk protes) untuk dicabut. Cuma untuk bambu-bambu tetap terpasang. Jangan sampai nanti belum realisasi (pembuatan jalan,Red) ada material yang masuk lagi," bebernya kepada radarboyolali.com, Rabu (13/9/2023).
Kades Jatirejo Suyadi mengamini telah ada pertemuan dan kesepakatan antara pelaksana proyek tol Solo-Jogja dengan perwakilan warga Dusun Kliteh.
Pemintaan akses jalan bagi tiga KK diakomodasi. Akses jalan dibuatkan di timur jalan tol.
"Lahan yang ada di timur tol atas nama Pak Joko Budiarto. Rencananya dibeli pihak tol untuk pengadaan jalan dan saluran air. Pada intinya, yang punya tanah, warga, dan pihak tol akan membahas tersebut," jelasnya.
Nantinya, lahan di timur tol Solo-Jogja akan dibebaskan. Baru setelah itu dibangun akses jalan bagi tiga KK.
Selama proses pengajuan pembebasan lahan, pihak tol akan menyewa lahan itu agar pembangunan akses jalan bisa segera terealisasi.
"Sesuai rencana awal, lebarnya kurang lebih tiga meter. Panjangnya 100 meter-an," kata kades.
Project production manager (PPM) PT Adhi Karya Eko Prabowo mengatakan, saat awal sosialisasi pembuatan tol ke masyarakat desa setempat, belum ada permintaan detour jalan.
Pihaknya memastikan mengakomodasi kebutuhan akses jalan warga. Eko menegaskan, telah menjalankan tugas sesuai right of way (RoW) jalan tol.
"Desa biar bersurat (ke kementerian), permintaan detour. Ketika owner-nya (pemilik lahan) sudah oke, kami lakukan. Intinya tetap kami akomodasi. Pembebasan (lahan di timur tol Solo-Jogja,Red) itu bukan ranah kami. Ranahnya PPK (pejabat pembuat komitmen). Kami hanya pelaksana, ada desain, kami kerjakan," paparnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono