RADARBOYOLALI.COM - Seorang pendaki warga negara asing (WNA) perempuan asal Spanyol nekat mendaki Gunung Merapi. Pasalnya, pendakian Gunung Merapi masih ditutup sejak 2018 silam. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), bersama Polsek Selo, BPBD Boyolali dan Basarnas mengirimkan satu tim pendahulu.
Kepala Resort Pendakian Selo BTNGM, Siswanto membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, WNA tersebut diduga melakukan pendakian pada malam hari. Sedangkan pihaknya baru menerima kabar tersebut dari Jakarta.
"Berita awal dari Jakarta mengabarkan ke BTNGM sini, dari relawan basarnas dan salah satu anggota masyarakat. Kami lanjutkan, dikabari jam sekira jam 07.00," jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di New Selo, Desa Lencoh, Kamis (14/9).
Info Tersesat di Pasar Bubrah
Informasi awal, didapat dari agen travel yang dipakai WNA itu. Kemudian mengabarkan bahwa WNA itu tersesat di sekitar pasar bubrah Gunung Merapi. Saat dipastikan ternyata memang ditemukan sepeda motor yang diparkirkan di New Selo, Desa Lencoh Kecamatan Selo.
Selain itu, keberadaan WNA itu terekam closed circuit television (CCTV) yang ada di pos 1. Sedangkan jumlah WNA yang naik, hanya satu orang dengan jenis kelamin perempuan.
"Iya, WNA dari Spanyol. Untuk sementara tim pendahulu ada 4 orang naik untuk evakuasi. Mereka (Evakuator) sudah mumpuni fisik dan pengalaman untuk naik ke atas. Mereka naik pukul 10.15. Kalau lokasinya, diperkirakan masih disekitar Pasar Bubrah itu," terang dia.
"Dia naik tanpa izin, semoga tidak ada apa-apa. Karena ini kan berkaitan dengan internasional ya," imbuhnya. (rgl)
Editor : Damianus Bram