Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tak Sembarang Orang Bisa Membuat Apem Kukus Berbalut Janur di Tradisi Sebaran Apem Keong Mas Pengging

Ragil Listiyo • Sabtu, 16 September 2023 | 02:48 WIB
 

Massa berebut apem pada tradisi sebaran apem Keong Mas di Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jumat (15/9/2023).
Massa berebut apem pada tradisi sebaran apem Keong Mas di Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jumat (15/9/2023).

RADARBOYOLALI.COM-Sebaran apem keong mas di Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali kembali dihidupkan, Jumat (15/9/2023).

Tradisi warisan dari Raden Ngabehi Yosodipuro II pada 1830-an ini sempat mati suri.

Kali pertama, saat masa penjajahan Jepang dan kali kedua pada pandemi Covid-19. 

Pantauan radarboyolali.com, tiga gunungan apem terdiri dari dua gunungan apem kukus dengan balutan janur, dan apem goreng dikirab dengan tujuan berbeda.

Baca Juga: Pasar Bubrah yang Ada di Dekat Puncak Gunung Merapi, Apakah Itu?

Dua gunungan apem kukus dikirab dari kantor Kecamatan Banyudono menuju Masjid Cipto Mulyo. Sedangkan apem goreng diarak sampai depan Alun-Alun Pengging.

Abdi dalem dan panitia lantas membagikan pada masyarakat. Mereka berebut untuk ngalap berkah. 

R.Surojo, pegiat sejarah di Boyolali menuturkan, sebaran apem muncul setelah ada kekhawatiran serangan hama keong mas.

Pujangga setempat saat itu, Yosodipuro II pada 1830-an, tepatnya pada masa pemerintahan Pakubuwono VII, abad 19 menginisiasi tradisi ini.

"Sebaran apem kukus keong mas ini menjadi media, lalu didoakan untuk meminta keselamatan, berkah, agar terhindar dari hama keong mas," terangnya. 

"Tradisi ini sempat hilang pada masa penjajahan Jepang. Awal Orde Baru kembali muncul. Tadinya hanya di kampung-kampung saja. Lalu muncul inisiatif dikirab. Tradisi ini ditiadakan lagi karena pandemi Covid-19," imbuh Surojo.

Gunungan apem berbalut janur didoakan dan dikirab sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Gunungan apem berbalut janur didoakan dan dikirab sebelum dibagikan kepada masyarakat.
 

Tak sembarang orang bisa membuat apem kukus berbalut janur. Hanya abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta yang lihai membuat.

Prosesnya membutuhkan keterampilan khusus. Adonan cair apem ditaruh di janur kuning yang kemudian dibungkus. Baru setelahnya dikukus sampai matang.

Baca Juga: Optimalkan Penjaminan Kecelakaan Lalu Lintas, BPJS Kesehatan Boyolali Gandeng Jasa Raharja dan Kepolisian 

Pelaksanaan sebaran apem dilakukan setiap bulan Sapar setelah Salat Jumat. Sebaran apem keong mas mengandung nilai spiritual. Pengharapan pada Tuhan untuk ngalap berkah. 

"Tradisi ini masuk warisan budaya tak benda (WBTB) yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), sehingga proses tradisi ini wajib didukung pemerintah," terang Surojo. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono