RADARBOYOLALI.COM- Mengatasi dampak kekeringan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali menganggarkan Rp 2 miliar untuk pembuatan sumur resapan pada tahun depan.
Saat ini, dinas terkait masih menginventarisasi lokasi pembuatan sumur.
Kepala DLH Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani mengatakan, pembuatan sumur resapan selaras dengan program pengelolaan kelestarian lingkungan hidup.
Pembuatan sumur resapan akan dilaksanakan 2024 untuk mengurangi dampak kekeringan di sejumlah kecamatan.
"Kurang lebih anggaranya Rp 2 miliar di DLH. Warga Boyolali yang punya lahan, akan kami bangunkan sumur resapan," jelasnya, Rabu (4/10/2023).
DLH telah bersurat ke kecamatan dan desa untuk menjaring warga yang bersedia lahannya dibuatkan sumur resapan.
Pembuatan sumur resapan ini sifatnya hibah dari pemerintah untuk warga.
"Kami belum berpikir paling banyak di mana (dibangun sumur resapan). Tapi paling tidak melihat bagaimana perkembangan proporsi daerah kering dan tidak," terang dia.
Wiwis mengamini ada dua isu strategis yang ditangani DLH. Pertama, penanganan sampah. Kedua ketersediaan air.
Pembuatan satu sumur resapan dianggarkan Rp 13 juta-Rp 15 juta. Dengan total dana Rp 2 miliar, jumlah sumur resapan yang akan dibangun sekitar 153 titik.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suparman mengatakan, solusi jangka panjang menghadapi kekeringan masih digodok.
Ada wacana pembuatan sumur dalam di kecamatan langganan kekeringan. Tentu, hal tersebut membutuhkan biaya besar.
"Masih dalam kajian. (Lokasinya,Red) belum ditentukan," jelasnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono