RADARBOYOLALI.COM – Jembatan Braholo di Kecamatan Kemusu, menjadi satu-satunya akses vital bagi masyarakat sekitar. Sayangnya, jembatan gantung penghubung Desa Bawu dan Klewor, Kecamatan Kemusu tersebut kondisinya kurang representatif. Alhasil warga meminta agar segera dibangun jembatan permanen di atas Sungai Braholo tersebut.
Lasiyo, 60, warga Desa Bawu, Kecamatan Kemusu mengaku Jembatan Braholo merupakan akses utama warga. Namun jembatan gantung ini hanya bisa dilintasi satu unit sepeda motor. Jika ada pengendara dari arah berlawanan hendak melintas, terpaksa berhenti untuk memberi jalan.
“Kalau ada motor dari dua arah, salah satu harus mengalah. Berhenti dulu di ujung jembatan. Jembatan ini sudah lama dibangunnya. Jadi akses utama warga ke sekolah, pasar, dan kantor kecamatan,” ujarnya, kemarin (8/10).
Sejatinya, ada jembatan lain yang aksesnya lebih lebar. Namun jarak yang ditempuh harus memutar cukup jauh.
“Dulu pas musim hujan tidak bisa dilewati, karena jalur ke arah Desa Bawu terendam air Sungai Braholo. Lalu warga gotong royong menyambung jembatan, sehingga sekarang bisa dilewati saat musim hujan,” bebernya.
Atmo, warga Desa Bawu lainnya mengaku waswas saat melintas di jembatan tersebut pada musim penghujan. Karena jembatan nyaris terendam air yang meluap dari sungai tersebut. “Warga harus selalu berhati-hati saat melintas. Memang harusnya dibangun jembatan permanen yang lebih lebar,” harapnya.
Menanggapi permintaan warga tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Ahmad Gojali mengaku belum bisa memenuhinya saat ini. Karena harus melalui kajian lebih mendalam.
“Dulu sempat ada rencana pembangunan jembatan permanan. Namun belum bisa terealisasi sampai sekarang. Rencana itu masih dalam kajian mendalam, karena biayanya besar,” ungkap Ahmad Gojali. (rgl/fer)
Editor : Damianus Bram