RADARBOYOLALI.COM - Keberhasilan Pemkab Boyolali menurunkan angka stunting, mendapat apresiasi Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Dari 8,2 persen turun menjadi 7,7 persen. Alhasil pemkab mendapat dana insentif fiskal dari Kementerian Keuangan, senilai Rp 6,3 miliar untuk penanganan stunting. Sedangkan insentif fiskalnya total senilai Rp 18,4 miliar.
Bupati Boyolali M. Said Hidayat menjelaskan, Kota Susu menjadi salah satu kabupaten yang cukup baik dalam penanganan stunting. Insentif fiskal tersebut diterima saat rapat koordinasi nasional (rakornas) bersama wapres, dengan agenda utama penanganan stunting.
“Pak wapres memberikan penghargaan dan apresiasi, kepada beberapa kabupaten dan pemerintah provinsi (pemprov). Termasuk Pemprov Jateng. Kabupaten Boyolali juga diundang, dan dinilai baik dalam penurunan stunting. Sehingga mendapat dana insentif fiskal daerah,” ungkap Said, kemarin (8/10).
Insentif fiskal Rp 6,3 miliar itu, akan dialokasikan untuk penanganan stunting di Kota Susu. “Penurunan angka stunting memerlukan peran semua pihak. Sehingga percepatan dan penurunan stunting bisa berjalan dengan baik,” imbuh Said.
Sekda Boyolali Masruri menambahkan, penyerahan dana insentif fiskal sesuai Pasal 13 Perkemenkeu Nomor 97 Tahun 2023, tentang insentif fiskal untuk penghargaan kinerja kategori peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kemenkeu menganggarkan Rp 3 triliun untuk empat kategori. Yakni kategori kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, penggunaan produk dalam negeri, serta percepatan belanja daerah.
“Boyolali menerima tiga kategori, dengan total Rp 18,4 miliar. Kategori penanganan stunting mendapat Rp 6,3 miliar. Kinerja penggunaan produk dalam negeri dapat Rp 6 miliar. Juga kinerja percepatan belanja daerah Rp 6 miliar. (Dana itu) kami jabarkan dalam APBD,” tandasnya. (rgl/fer)
Editor : Damianus Bram