RADARBOYOLALI.COM-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng Wilayah I mengirimkan 50 ekor monyet ekor panjang ke hutan di Pulau Nusakambangan.
Kebijakan tersebut sesuai hasil kajian BKSDA Jateng untuk menjamin kehidupan monyet ekor panjang.
"Kami release (dilepas,Red) di tempat yang habitatnya cukup dan aman. Di Pulau Nusakambangan,” ujar Kasi Konservasi Wilayah I BKSDA Jateng Sudadi, Kamis (12/10/2023).
Purwadi, petani Dusun Sudimoro, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali menambahkan, monyet ekor panjang ditangkap menggunakan perangkap bambu yang ditempatkan di ladang dan belakang rumah.
"Kalau pintu rumah nggak ditutup, monyetnya masuk. Genting diobrak abrik. Sampai nggak bisa tanam jangung dan buah-buahaan. Kalah sama monyet," ungkap dia.
Di musim kemarau, serbuan monyet ekor panjang ke permukiman untuk mencari makan semakin ganas.
Purwadi berhasil menangkap dua ekor monyet dengan ukuran besar. Dalam sebulan terakhir, warga Dusun Sidomoro menangkap 10 ekor monyet.
Kepala Desa Sangup Triyono mengamini, serangkan monyet ekor panjang sangat meresahkan warga.
Mereka kemudian membuat perangkap untuk menangkap monyet ekor panjang.
"Dalam sebulan, ada 46 ekor monyet ekor panjang yang ditangkap,” jelasnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono