RADARBOYOLALI.COM-Para peneliti yang melakukan ekskavasi di Candi Watu Genuk, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali semakin semangat.
Setelah penemuan dua lingga yoni, kini, ditemukan lagi batu berornamen di kompleks Candi Watu Genuk.
Diduga, batu tersebut merupakan kemuncar atau atap Candi Watu Genuk.
Pada ekskavasi awal, ditemukan tiga candi perwara dan potongan batu prasasti di kompleks Candi Watu Genuk.
Dilihat dari fungsi dan gaya reliefnya, Candi Watu Genuk diperkirakan dari abad IX-X Masehi.
Prasasti ditulis dengan Bahasa Sansekerta yang isinya berkaitan dengan pemujaan Dewa Siwa.
Kegiatan ekskavasi berlanjut dengan mengupas lahan di sekitar Candi Watu Genuk yang belum dibuka.
Hasilnya, ditemukan bebatuan andesit bahan bangunan Candi Watu Genuk.
Para peneliti juga menemukan tiga buah batu berbentuk semacam labu dengan ornamen seperti atap candi di kompleks Candi Watu Genuk.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Eko Sumardiyono mengatakan, ekskavasi untuk membuka seluruh batu Candi Watu Genuk butuh waktu satu bulan.
Baru setelah bebatuan itu terangkat, Disdikbud Boyolali akan melakukan penelitian lebih lanjut di Candi Watu Genuk.
"Dari hasil penelitian itu menjadi patokan dalam melakukan restorasi," jelas Eko Sumardiyono, Senin (23/10/2023).
Pegiat sejarah sekaligus Ketua Boyolali Heritage Society (BHS) Kusworo Rahadyan berharap, ekskavasi Candi Watu Genuk bisa menemukan batu-batu candi yang terkubur.
Termasuk potongan batu prasasti di kawasan Candi Watu Genuk yang tahun lalu ditemukan.
Dengan ditemukannya batu prasasti Candi Watu Genuk secara utuh, maka informasi terkait Candi Watugenuk bertambah lengkap.
"Kemarin (ekskavasi sebelumnya) kan sudah ditemukan (prasasti), tapi cuma sepotong. Kalau prasasti ini bisa tersambung dengan prasasti sebelumnya," Kusworo Rahadyan. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono