Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Karhutla di Gunung Merbabu: Api Lalap 489 Hektare, Ratusan Jiwa Warga Mengungsi

Ragil Listiyo • Senin, 30 Oktober 2023 | 02:23 WIB
TERUS MELUAS: Asap mengepul dari hutan Gunung Merbabu yang terbakar sejak beberapa hari terakhir dan mulai merambat ke wilayah Boyolali kemarin (29/10).
TERUS MELUAS: Asap mengepul dari hutan Gunung Merbabu yang terbakar sejak beberapa hari terakhir dan mulai merambat ke wilayah Boyolali kemarin (29/10).

RADARBOYOLALI.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Merbabu terus meluas. Titik api yang awalnya muncul di wilayah Kabupaten Semarang kini meluas ke wilayah Boyolali dan Magelang.

Lahan yang terbakar mencapai sekitar 489,07 hektare. Hal itu membuat ratusan warga Kabupaten Semarang harus diungsikan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Nurpana Sulaksono mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan. Kebakaran sejak 27 Oktober lalu itu kini meluas di tiga kabupaten, yakni, Semarang, Magelang dan Boyolali. 

"Sudah masuk ke Boyolali. Total luas terdampak mencapai lebih dari 489,07 hektare. Berdasarkan data hotspot kementerian per hari ini (29/10), terpantau masih ada 18 hotspot dengan kategori tinggi di kawasan TNGMb. Sedangkan arah angin menuju ke utara dengan kecepatan 7 meter per sekon," terang Nurpana kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (29/10). 

Nurpana menjelaskan, kondisi lapangan memang cukup kering. Tumbuhan di sana seperti seperti sabana dan seresah sangat mudah terbakar.

Selain itu, kondisi angin juga cukup kencang. Bahkan api merambat terus mencapai ketinggian 2.500 meter diatas permukaan laut (MDPL). 

Upaya pemadaman secara langsung terus dilakukan pada sejumlah titik api yang masih menyala.

Di antaranya, di titik Resor Selo meliputi blok Makanan, Sukowolu, Cingklok Gedong, Ngaduman, Batur Wetan dan Thekelan. Kemudian di resort Wonolelo meliputi puncak Suwanting dan sekitarnya. 

Lalu di Resor Ampel, pemadaman dilakukan di wilayah Mongkrong dan Ngangrong. Selanjutnya Resor Pakis meliputi wilayah Wekas dan sekitarnya.

Sedangkan area yang tidak terbakar dilakukan upaya pencegahan dengan membuat sekat bakar untuk pengamanan sabana 1 dna 2. 

"Petugas mengupayakan pengamanan jalur pipa air yang dimanfaatkan oleh masyarakat dengan melibatkan seluruh pengguna air, pemanfaat air dengan membuat sekat bakar. Selama pemadaman ini, kami menutup semua jalur pendakian Merbabu, sejak 28 Oktober sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," terangnya. 

Di lain sisi, efek karhutla menyebabkan sekitar 489 jiwa warga Kabupaten Semarang mengungsi karena kabut tebal. Ada dua dusun yang terdampak, yakni, Desa Gedong dan Ngaduman, Kabupaten Semarang. 

Ada 89 anak-anak dan orangtua yang diungsikan ke Balai Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Rinciannya 51 warga Dusun Gedong dan 38 Desa Ngaduman. Sedangkan 400 warga lainnya mengusi ke rumah-rumah saudara. (rgl/bun)

Editor : Damianus Bram
#Balai Taman Nasional Gunung Merbabu #kebakaran #gunung merbabu #BTNGMb #karhutla #hutan terbakar